Inilah himbauan tegas dari pemerintah untuk para korban virus global Ransomware WannaCry.
- Tim WowKeren
- Senin, 15 Mei 2017 - 07:37 WIB
WowKeren - Dua rumah sakit di kawasan Jakarta dilaporkan telah diserang oleh virus global Ransomware WannaCry pada Sabtu, (13/5). Pihak Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais pun kerepotan karena harus mengurus data pasien secara manual.
Dalam tampilan komputer, WannaCry pun meminta sejumlah dana tebusan agar file yang dibajak dengan enkripsi bisa diakses kembali. Mereka meminta pembayaran bitcoin setara dengan USD 300 atau sekitar Rp 4 juta.
Mengenai hal ini pemerintah, lewat Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), mengimbau agar masyarakat tak memenuhi permintaan pelaku. "Pokoknya jangan dibayar," kata perwakilan ID-SIRTII Adi Jaelani, Minggu (14/5).
Menurutnya, para pelaku tidak akan langsung mengembalikan data korban melainkan meminta tebusan tambahan. "Kalau dari kasus-kasus sebelumnya, pelaku akan main-main dan menarik ulur. Mereka akan minta lagi duit lebih banyak dan ujung-ujungnya file tetap ditahan," jelas Adi.
Adi pun menganjurkan pengguna melakukan backup data dalam keadaan komputer tak terhubung internet. "Yang penting sekarang data penting selamat dulu," ujar Adi.
Sementara itu, hingga kini belum ada yang menemukan dekripsi (kunci pembuka) untuk membuka enkripsi dari virus WannaCry. Namun program itu umumnya hanya menyerang komputer bersistem operasi Windows 8 ke bawah.
(wk/)