Seperti apa komentar Djarot menanggapi rencana pembunuhan Ahok yang teridentifikasi di Telegram?
- Tim WowKeren
- Rabu, 19 Juli 2017 - 15:03 WIB
WowKeren - Kemenkominfo baru-baru ini mengungkap jika Densus 88 pernah mengidentifikasi adanya rencana pembunuhan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebagai salah satu orang yang dekat dengan Ahok, hal tersebut tak pelak juga menjadi perhatian Djarot Saiful Hidayat.
Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan jika ancaman pembunuhan terhadap Ahok memang telah ada sejak lama. Oleh karenanya ia bersikeras agar Ahok tidak dipindahkan ke LP Cipinang beberapa waktu lalu.
"Saya dengar ada ancaman. Makanya saya sampaikan saya maksa jangan di Cipinang. Ancamannya sudah lama, bahkan sebelum masuk di Telegram. Saya sudah dengar juga ya ancaman seperti itu. Tapi enggak boleh takut, negara enggak boleh takut terhadap hal-hal seperti itu ya," ujar Djarot.
Sementara itu, terkait Telegram yang kerap dimanfaatkan oleh jaringan teroris, Djarot mengatakan jika tindakan pemerintah sudah tepat. Dengan begitu ada tindakan pencegahan masuknya konten negatif yang dapat memengaruhi publik.
"Begini kan harus dikontrol oleh pemerintah. Katanya yang paling aman, tidak bisa dideteksi itu melalui Telegram itu. Makanya kalau memang itu harus dicabut dihentikan izinnya di Indonesia, bagus. Katanya informasinya untuk membuat, merakit bom, paham-paham seperti itu juga masuk lewat situs-situs itu," jelasnya.
Sementara itu, Kemenkominfo sebelumnya sempat mengungkap ada rencana pembunuhan terhadap Ahok pada 2015 silam. Bahkan aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan bom mobil.
(wk/)