WowKeren.com Logo
WowKeren Slogan
WK COMMUNITY
Topik Keren
TAGS

Berpidato Tentang Hak Kemanusiaan di Myanmar, Paus Fransiskus Tak Sebut Rohingya

30 Nov 2017 10:53:03 WIB
Menyuarakan kedamaian di Myanmar tanpa sebut Rohingya membuat etnis tersebut kecewa dengan Paus Francis.

WowKeren.com - Paus Francis adalah seorang tokoh yang sangat memperjuangkan orang-orang tertindas dan teraniaya. Melalui mimbar, Paus Francis tak henti menyerukan hak kemanusiaan kepada seluruh masyarakat di dunia. Salah satunya adalah Myanmar yang kini tengah mengalami krisis kemanusiaan kaum etnis Rohingya.

Tokoh yang sangat diagungkan di Vatikan itu memiliki kesempatan berkunjung ke Myanmar. Dalam kunjungannya, Paus Francis sempat memberikan pidato mengenai hak kemanusiaan usai bertemu dengan pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi. Tak hanya berpidato, Paus Francis juga memiliki kesempatan untuk menjadi advokat bagi Rohingya.

Akan tetapi dalam pidatonya, Paus Francis tampak berusaha untuk menghindari penggunaan kata Rohingya. Paus ke-266 dalam sejarah gereja Katolik Roma ini justru menggantinya dengan kata krisis kemanusiaan di Myanmar yang sudah sangat darurat.

Bukan tanpa sebab, ternyata hal itu dilakukan lantaran banyak pihak yang mengingatkan sang Paus untuk menghindari penyebutan Rohingya. Alasannya karena kata itu dapat memicu sentimen rakyat Myanmar kepada Rohingya. Selain itu juga dapat membuat populasi Katolik di negara itu terkena resikonya.

"Masa depan Myanmar harus damai," kata Paus Francis dalam pidatonya di Nyapydaw, Myanmar, Selasa (28/11). "Damai berdasarkan penghormatan terhadap hak dan martabat setiap anggota masyarakat, menghormati setiap kelompok etnis dan identitasnya."

Saat memberi pidato, Paus Francis juga didampingi oleh Suu Kyi. Wanita peraih Nobel Perdamaian itu turut mengatakan hal yang sama dengan sang Paus. Dalam ucapannya, Suu Kyi juga tidak menyebut kata Rohingya.

"Kami membangun pemerintahan yang berlandaskan pada perdamaian," ucap Suu Kyi. "Dengan melindungi hak, toleransi, dan memastikan keamanan setiap etnis yang ada."

Akibat tak mengucapkan kata Rohingya, banyak pihak yang mengaku kecewa dengan Sri Paus. Pasalnya, seharusnya kedatangan Paus Francis dapat membangkitkan semangat untuk etnis Rohingya, namun yang terjadi malah sebaliknya.

Secara terpisah, seorang pengungsi Rohingya mengungkapkan kekecewaannya terhadap Paus Francis. Menurut Kyaw Naing, awal mendengar kedatangan Paus Francis untuk menjenguk etnis Rohingya sempat membuatnya senang. Namun, kegembiraan itu pupus seketika saat mengetahu sang Paus dilarang untuk menyebut nama kaum etnisnya.

"Beliau adalah orang suci. Namun, sangat menyedihkan ketika orang suci bahkan tidak menegaskan identitas kami," tutur Naing dilansir Associated Press, Kamis (30/11). Tak hanya kaum Rohingya, para aktivits juga mengaku kecewa dengan sikap Paus Francis.

Seorang anggota non-residen dari Pusat Kebijakan untuk Studi Asia Timur Brookings Institution Lynn Kuok adalah salah satunya. Awalnya, Kuok sangat berharap kepada Paus Francis akan mengakui Rohingya dan membahas mengenai keadaan pilu mereka. Akan tetapi, Paus Francis justru seakan menunjukkan rasa putus asa terhadap krisis yang menimpa kaum etnis Rohingya.

"Saya kecewa," ujar Kuok dilansir New York Times, Kamis (30/11). "Bahkan pemimpin Gereja Katolik Roma tidak berbicara (Rohingya), itu benar-benar menunjukkan situasi putus asa yang mereka hadapi." (wk/kr)

loading...

Berita Internasional terkait :
Dilakukan di Jam Sibuk, Inikah Alasan Pelaku Ledakan Bom Serang New York?
California Dilanda Kebakaran Dahsyat, Angin Kencang Hambat Pemadaman Api
Rencana Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel, Donald Trump Dapat Peringatan dari Liga Arab
Korban Bertambah Hingga 305 Jiwa, Dunia Berduka Untuk Bom Mesir

BERITA : Seleb | Korea | Film | TV | Musik | Olahraga | Umum | WK on Twitter | WK on Facebook | Mobile Version
Tentang Kami | Kontak | Job Vacancy | Disclaimer | Syarat dan Ketentuan    © 2017 Copyright MEDIA INFO. All Rights Reserved.