Keren, Taylor Swift Terpilih Sebagai 'Person of The Year' 2017 Versi Majalah Time
Selebriti

Berikut alasan Time memilih Taylor Swift sebagai 'Person of The Year' 2017...

WowKeren - Menjelang akhir tahun, majalah Time selalu merilis sosok "Person of The Year" atau orang-orang berpengaruh dalam setahun terakhir. Untuk tahun ini, Time telah mengeluarkan edisi spesial "Person of The Year" 2017. Artis papan atas Taylor Swift ternyata ikut menyandang gelar tersebut.

Publik sempat heboh saat mengetahui Swift masuk ke dalam "Person of The Year" tahun ini. Swift bersama belasan perempuan lain mendapat julukan sebagai "The Silence Breaker" atau "Pemecah Kebisuan" oleh majalah Time. Lalu, apa alasan Time memilih Swift sebagai "Person of the Year" 2017?

Sesuai dengan julukan "The Silence Breaker", Swift pernah memecah kebisuan atas pelecehan seksual yang sempat menimpanya beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, seorang DJ radio bernama David Mueller adalah pria yang melakukan pelecehan seksual terhadap Swift pada 2013 lalu.

Saat itu, Swift berkesempatan melakukan interview di stasiun radio tempat Mueller bekerja. Saat jumpa penggemar, Mueller dengan sengaja meraba bokong Swift.

Akibat kejadian itu, Swift diam-diam melaporkan aksi Mueller ke radio tempat DJ itu bekerja. Menurut Swift, tempat Mueller bekerja harus tahu bagaimana sikap buruk karyawannya terhadap sang klien. Swift juga tak ingin ada korban pelecehan seksual lainnya akibat sikap Mueller.

"Saya pikir kalau dia (Mueller) cukup berani berlaku tak senonoh kepadaku dalam kondisi beresiko seperti itu, bayangkan apa yang mungkin dilakukannya terhadap seorang artis yang lebih muda yang lemah jika ada kesempatan," ujar Swift dilansir Time, Kamis (7/12). "Penting untuk melaporkan kejadian itu ke stasiun radio tempat Mueller bekerja karena saya rasa mereka harus tahu."

Mueller kemudian dipecat, namun ia tak terima dan dua tahun kemudian menggugat Swift. Tak tinggal diam, Swift berbalik menuntut Mueller atas pelecehan seksual dan menuntut USD 1 (setara dengan Rp 13 ribu).

Selama proses pengadilan, Swift bercerita jika Mueller bersikap menyebalkan dan melecehkan seluruh tim penyanyi wanita itu hingga ibunya. Ibu Swift sangat murka usai melakukan pemeriksaan hingga kemudian sakit dan tak bisa datang ke pengadilan Swift.

Swift marah atas sikap Mueller yang selalu menuduh dirinya berbohong. Kemudian pelantun "Shake It Off" itu memutuskan untuk tidak lagi bersikap formal dalam persidangan dan menjawab semua pertanyaan sesuai fakta yang terjadi. Pasalnya menurut Swift, jika Mueller bisa selalu menyerangnya, mengapa dirinya harus bersikap sopan.

Akhir perjalanan Swift dalam pengadilan kasus pelecehan seksual itu berbuah manis. Swift memenangkan perkara dan berhak atas USD 1 yang ia tuntut dari Mueller. Namun, hingga kini uang tersebut belum sampai ke tangan Swift.

"Pria yang melakukan kekerasan seksual terhadap saya diperintahkan oleh pengadilan untuk memberikan uang simbolis sebesar USD 1," kata Swift. "Sampai hari ini, dia belum membayar uang itu kepada saya. Jadi, saya pikir tindakan pembangkangan itu menunjukkan secara simbolis dengan sendirinya."

Tentu bukan tanpa alasan Swift meminta ganti rugi dengan nilai sekecil itu. Uang yang diminta Swift hanyalah simbolis atas perlawanan pelecehan seksual yang menimpanya. Karena perjuangan Swift bukan untuk mendapatkan uang, melainkan prinsipnya untuk melawan pelecehan seksual.

Melalui USD 1 itu juga, Swift berharap perempuan lain dapat melakukan perlawanan jika mendapat pelecehan seksual dari pria tak bertanggung jawab. Atas keberaniannya itu lah Swift berhak atas gelar "Person of The Year" 2017 serta sebutan "The Silence Breaker" versi majalah Time.

You can share this post!

Related Posts