Kejadian gempa dan tsunami di Aceh tahun 2006 lalu juga banyak dikaitkan dengan gerhana bulan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 24 Januari 2018 - 14:03 WIB
WowKeren - Gempa hebat yang dirasakan oleh warga Jakarta pada Selasa (23/1) nampaknya menimbulkan banyak kecemasan. Meski getarannya terasa kuat sampai Jakarta, gempa 6,1 skala Ritcher ini sebenarnya berpusat di laut, 43 km barat daya Kota Muarabinuangeun, Kabupaten Cilangkahan, Provinsi Banten.
Gempa besar di Banten ini ternyata berdekatan dengan prediksi gerhana bulan yang akan terjadi pada Rabu (31/1) mendatang. Sejumlah orang pernah juga mengait-ngaitkan gempa 7,4 SR Jepang yang terjadi 21 Desember 2010 silam dan gempa 6,5 SR Iran dengan gerhana bulan. Kebetulan juga, setelah gempa di Banten, Alaska juga diguncang gempa berkekuatan 7,9 SR.
Sebenarnya sudah lama gerhana bulan ini dikait-kaitkan dengan terjadinya gempa. Apalagi lindu dan tsunami Aceh pada (26/12) tahun 2004 juga terjadi dua pekan sebelum fenomena Supermoon pada 10 Januari 2005. Hal ini membuat dugaan masyarakat semakin kuat pada gempa di Banten kemarin terkait dengan gerhana bulan.
Menanggapi hal ini, peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Danny Hilman Natawidjaja, menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara kedua fenomena alam tersebut. "Tidak ada kaitannya. Itu suatu perkiraan orang dihubung-hubungkan orang."
Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko, juga memberikan pernyataan senada. Ia menegaskan bahwa kedua hal tersebut terlalu jauh untuk dikaitkan. "Sejauh ini tidak ada kaitannya. Yang satu fenomena astronomi yang satu fenomena terkait geologi. Jadi dua hal yang berbeda."
Berdasar hitungan astronomis, pada Rabu (31/1) mendatang, seluruh wilayah Indonesia memang akan mengalami fenomena Gerhana Bulan Total (GBT). Proses GBT dimulai pada pukul 17.51 WIB dan berakhir pada pukul 23.08 WIB. Gerhana bulan total ini dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.
(wk/)