Begini pengakuan Kris Hatta yang menyebut kekasih Billy Syahputra tidak pantas untuk diperjuangkan.
- Tim WowKeren
- Senin, 26 Maret 2018 - 21:02 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, Kriss Hatta mengungkapkan perasaannya soal Hilda Vitria. Melalui acara "Rumpi", Kriss mengungkapkan perilaku kekasih Billy Syahputra tersebut.
Kali ini, Kriss menyebutkan bahwa Hilda tidak pantas untuk diperjuangkan. Pasalnya, Kriss mengaku dirinya tidak pantas mencintai wanita seperti Hilda.
"Sangat tidak. Wanita itu tidak pantas untuk saya perjuangkan," ujar Kriss saat ditemui WowKeren di studio acara "Rumpi" Trans TV, di kawasan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Senin (26/3). "Ternyata saya cinta sekali dengan diri saya, dia tidak pantas dicintai saya."
Rupanya, Kriss mengaku kerap kali dianiaya oleh Hilda. Bahkan kejadian tersebut sudah dimulai sejak Kriss dan Hilda masih berpacaran.
"Itu kejadian aslinya masih pacaran, wajar lah berantem," ujar Kriss. "Masalah terlalu besar, sampai tidak bisa kita bendung."
Lebih lanjut, Kriss mengungkapkan bahwa Hilda adalah orang yang tempramental. Kriss pernah dipukul dengan gelas besar hingga pecah.
"Hilda tempramen kalau berantem," sambung Kriss. "Kaki saya dipukul gelas besar, jempol kanan saya yang dipukul gelas hingga pecah."
Saat ditanya mengenai tudingan melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Kriss pun mengaku bahwa dirinya tidak bermaksud untuk melukai Hilda. Hal tersebut terjadi lantaran refleks tubuhnya.
"Namanya ada anggota tubuh yang kena rangsangan mendadak, pasti ada anggota tubuh lain yang melakukan refleksi," jelas Kriss. "Tangan kiri saya yang kena di pelipisnya."
Kriss juga mengaku tidak melakukan kekerasan karena dirinya mencintai wanita. Kriss pun menceritakan kronologi kejadian saat dririnya memegang tangan Hilda hingga memar.
"Kalau memar-memar di lengannya ini bukan saya pukulin, saya cinta dengan wanita. Dia ingin membalikan kulkas dan yg ada di situ," jelas Kriss. "Dia tubuhnya besar tinggi dan tingginya hampir sama dengan saya. Dia punya power yang lumayan saya harus punya power yang lebih besar, saya genggam seperti ini jadinya memar."
(wk/)