Puisi 'Ibu Indonesia' Bandingkan Azan dengan Kidung, Ifan Seventeen Anggap Tidak Pantas
Selebriti

Bagaimana komentar Ifan Seventeen sebagai seniman tentang puisi 'Ibu Indonesia'?

WowKeren - Vokalis Seventeen, Ifan ikut berkomentar mengenai puisi "Ibu Indonesia" milik Sukmawati Soekarnoputri yang dianggap melecehkan suara azan. Dalam akun Instagram miliknya, Ifan mengunggah video yang memperdengarkan suara azan dan menuliskan komentarnya.

Menurut Ifan, membandingkan kidung dengan azan merupakan perbandingan yang tidak pantas. Azan berkaitan dengan agama dan Tuhan bagi umat Islam, sedangkan kidung merupakan nyanyian yang harusnya dibandingkan dengan lagu tradisonal lain.

"Perbandingan Yang Tidak Pantas. Anda boleh bandingkan kidung dengan nyanyian tradisional apapun, tetapi tidak dengan adzan kami," tulis Ifan pada Selasa (3/4). "Adzan adalah suara yang dikumandangkan ayah kami dalam mengiringi lahirnya kami di dunia. Adzan adalah suara Tuhan kami (Allah SWT.) memanggil kami untuk selalu dekat dengan-Nya setiap hari. Jadi bukan masalah merdu atau tidak merdu, ini jauh lebih besar daripada itu."

Ifan juga berharap suara azan tidak dibandingkan dengan kebudayaan Indonesia. Ifan menerangkan bahwa suara azan adalah bagi poros hidup umat Islam dan alam semesta.

"Dan jangan juga benturkan adzan dengan kebudayaan Indonesia, karena kata Takbir di dalam adzan itu lah yang menjadi motor untuk membakar semangat para pahlawan sehingga Indonesia sekarang terbebas dari penjajah," lanjut Ifan. "Dan buat kami saat tidak ada lagi adzan, saat itu juga poros dunia berhenti, dan seluruh alam semesta pun berakhir."


Ifan menyayangkan sikap seorang seniman yang membawa idiom agama ke dalam seni. Hal tersebut menurut Ifan merupakan sebuah kesalahan karena dapat menyakiti hati umat beragama.

"Btw saya juga orang seni, tapi membawa idiom-idiom agama ke dalam seni merupakan kesalahan," jelas Ifan. "Dan ini telah jelas-jelas melukai hati kami."

Netter pun setuju dengan tulisan Ifan tersebut. Netter pun mengaku kecewa saat mengetahui puisi yang dibaca sekaligus ditulis sendiri oleh Sukmawati itu.

"Saya sebagai orang Indonesia yg beragama muslim sangat terluka hati saya ketika suara adzan di bandingkan dg kidung,Allohu Akbar...adzan adalah panggilan untuk sholat,adzan bukanlah lagu yg harus di suarakan orang yg mempunyai suara merdu," komentar akun @riccc***. "Mantap, nyanyian yg pertama kami dengar adalah suara merdu azan dari ayah, dan kami pun mati mendengar suara azan, allahu akbar," sahut akun @nopri_rayhan_re***.

"Kelompok sana yg selalu teriak teriak paling pancasila.. Ternyata menistakan sila ke 1 tuhan yg maha esa, selalu mengusik agama orang lain.. Selalu membuat kisruh," komentar akun @hendrischaniago_***. "Bener banget bang , jika tdk tau syariat islam lebih baik diam drpd membanding2kan , semoga yg melantunkan puisi diberi kesadaran," balas akun @novianalanca***.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait