Cover Hits Klasik Milik Earth, Wind & Fire, Taylor Swift Banjir Kritikan
Musik

Para penggemar menilai tidak seharusnya Taylor mengubah lagu klasik 'September' yang bergenre disko menjadi country.

WowKeren - Taylor Swift baru-baru ini mengejutkan penggemar dengan merilis versi akustik dari "Delicate". Tak hanya itu, musisi asal Pennsylvania ini juga menyanyikan ulang hits klasik milik Earth, Wind & Fire, "September" sebagai bagian dari Spotify Singles.

Tak mengherankan jika Taylor menghadirkan "Delicate" dalam versi akustik karena lagu bertempo sedang ini memang sudah memiliki nuansa lembut. Namun yang menarik perhatian adalah lagu "September" yang ia pilih. Seperti yang diketahui, lagu klasik ini bercorak disko dan mendadak digubah menjadi bergaya country.

Alih-alih merasa kagum, sejumlah penggemar justru membanjiri Taylor dengan kritikan. Beberapa orang bahkan mengecam penyanyi tersebut akibat cover lagu "September" yang ia lakukan. Banyak penggemar lagu asli yang terang-terangan mengaku tersinggung atas gubahan ini.

"Apakah itu legal?" komentar seorang penggemar. "Secara harfiah tidak ada yang memintanya (menyanyikan ulang dalam versi country)," komentar penggemar lain. "Tidak ada seorang pun yang suka jika lagu klasik ini digubah. (Terdengar) seperti daging ayam yang belum dibumbui," pungkas yang lain.

Tak hanya dari penggemar, Monique Judge selaku kolumnis untuk majalah The Root juga memberikan sindiran kepada penyanyi berusia 28 tahun tersebut. "Ada lagu-lagu tertentu yang (seharusnya) tidak kau ganggu, terutama jika kau tidak bisa menjangkaunya," komentar Monique.

Meski menuai banyak kritikan, namun penggemar lainnya justru memberikan pujian pada Taylor. "Tidak menyukai lagu 'September' Taylor Swift? Jangan takut karena aku memiliki solusi yang sangat kreatif! Langkah 1: jangan dengarkan - langkah 2: terus tidak mendengarkannya - langkah 3 : ulangi," bela seorang penggemar.

Taylor sendiri diketahui mengubah lirik pembuka dari lagu tersebut. Banyak yang berspekulasi bahwa lirik tersebut merujuk pada hubungannya dengan sang kekasih, Joe Alwyn.

Di sisi lain, proyek Taylor ini merupakan bukti bahwa ia dan Spotify telah kembali bekerja sama semenjak terlibat konflik pada tahun 2014 silam. Saat itu, Taylor sempat menarik mundur semua lagunya dari Spotify karena royalti yang dibayarkan kepada musisi dari layanan streaming sangat kecil. Namun Taylor dan Spotify sepertinya sudah menemukan kata sepakat dan melakukan rekonsiliasi sejak tahun lalu.

Loading...

You can share this post!

Related Posts