Inilah tindakan yang akan dilakukan pihak kepolisian setelah mengetahui identitas pelaku pemukulan mobil Lee Jeong Hoon.
- Tim WowKeren
- Senin, 16 April 2018 - 23:37 WIB
WowKeren - Lee Jeong Hoon telah melaporkan tindakan pemukulan mobilnya ke Polsek Metro tanah Abang pada Senin (16/4). Polisi mengungkapkan bahwa identitas pelaku sudah diketahui.
Karena itulah, polisi akan melakukan pemanggilan terhadap pelaku guna penyelidikan kasus ini. Pelaku akan dijerat dengan pasal 406 KUHP juncto pasal 310 KUHP dan terancam hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.
"Pasal yang dilaporkan pengerusakan 406 KUHP," ujar Kapolsek Metro Tanah Abang, AKP Lukman Cahyono di Polsek Metro Tanah Abang, Jakarta Selatan, Senin (16/4). "Jadi kita akan tindak lanjuti tentunya kita akan periksa saksi-saksi."
"Hari ini kita periksa saksi korban dalam hal ini pelapor Lee, istri dan asisten yang juga supir, setelahnya kita akan tindak lanjuti dan akan panggil terlapor," tambahnya. "Identitas terlapor sudah kita dapatkan, alamat juga sudah kita dapatkan, secepatnya akan kita tindak lanjuti untuk kita panggil."
Lukman menuturkan polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini termasuk pernyataan Lee Jeong Hoon bahwa pelaku sempat mengucapkan kata kasar. Jika terbukti, maka bisa jadi pelaku juga akan dijerat pasa lainnya.
"Kita masih lihat dulu unsur apakah memenuhi, tentunya ada pasal lain yang dipersangkakan ada pasal 310 KUHP," tutur AKP Lukman Cahyono. "Termasuk juga bisa diarahkan ke perbuatan tidak menyenangkan karena terlapor ini mengeluarkan kata-kata yang membuat tidak nyaman."
Lantas, apakah Lee Jeong Hoon akan melakukan mediasi terlebih dahulu dengan pelaku untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan? Lee mengaku akan tetap melanjutkan proses hukum sembari melihat perkembangan kasus ini.
"Sudah ngobrol dengan Moa dan kuasa hukum lebih kita urus secara hukum," ungkap Lee. "Kita lihat ke depan yang penting orangnya tahu kesalahannya sih, masalah mah gampang. Kita coba kasus hukum, kalau dia benar-benar merasa salah kita lihat ke depannya."
(wk/)