Polisi Selamatkan Anak Terduga Pelaku Bom Polrestabes Surabaya, Kapolri: Dia Saksi Penting
Facebook
Nasional

Salah satu korban ledakan bom di Polrestabes Surabaya berhasil diselamatkan oleh polisi.

WowKeren - Ledakan bom kembali terjadi pada Senin (14/5) pagi di Polrestabes Surabaya. Pada peristiwa nahas tersebut, AKBP Roni Faisal Saiful Faton yang merupakan Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya menyelamatkan seorang anak yang terjepit motor dan ban mobil.

Pasca ledakan bom terjadi, Roni melihat korban yang berusaha menyelamatkan diri. Bocah berusia tujuh tahun tersebut terlihat berdiri sempoyongan dengan kondisi badan gemetar. Melihat hal itu, Roni segera menyelamatkan anak tersebut.


"Pasca ledakan, saya melihat bahwa ada yang masih hidup. Awalnya saya tidak melihat jelas, apakah dia itu anak-anak atau dewasa," tutur Roni dilansir Suara Surabaya. "Saya coba dekati, ternyata anak-anak. Langsung saya lari menyelamatkan dia."

Roni langsung membawa anak tersebut menjauh dari lokasi kejadian. Saat digendong, kondisi anak itu dalam kondisi tidak sadarkan diri dan berlumuran darah, namun belum jelas dari mana darah itu berasal. Saat ini, korban telah dilarikan ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan.

"Yang bersangkutan banyak darahnya," lanjut Roni. "Tapi kita tidak bisa memastikan itu darah luka atau karena darah korban lainnya yang saat itu juga kena ledakan."

Menurut Roni, dirinya sama sekali tidak mengetahui dugaan bocah yang selamat itu sebagai anak terduga teroris. Niat Roni untuk menolong bocah tersebut semata merupakan naluri seorang bapak yang ingin menyelamatkan anaknya.

"Saya tidak tahu itu anak terduga teroris atau bukan. Yang jelas, rasa iba dan naluri seorang bapak kepada anaknya, itu yang memunculkan niat saya untuk menolong anak tersebut," ujar Roni. "Dalam kondisi seperti itu, yang saya fikirkan adalah keselamatan anak tersebut."

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut bahwa anak yang selamat tersebut merupakan saksi penting dalam ledakan bom di Polrestabes Surabaya hari ini. Bocah tersebut diduga sebagai anak pelaku pengeboman yang terekam CCTV dibonceng motor paling depan. Jumlah pelaku yang terekam CCTV itu berjumlah 4 orang dengan berboncengan menggunakan 2 motor.

"Ini saksi yang paling penting. Biarkan dia dulu dirawat," kata Tito dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/5). "Setelah nanti bisa diajak bicara, kita akan tanya."

Untuk diketahui, ledakan yang terjadi di Polrestabes Surabaya menyebabkan empat anggota polisi terluka, di antaranya Bripda M. Maufan, Bripka Rendra, Aipda Umar dan Briptu Dimas Indra. Sedangkan enam korban lain merupakan warga sipil, yakni Atik Budi Setia Rahayu, Raden Aidi Ramadhan, Ari Hartono, Ainur Rofiq, Ratih Atri Rahma, dan Eli Hamidah.

You can share this post!

Related Posts