Sebelum bom meledak, Nikita Mirzani seolah punya firasat buruk dan mengajak teman-temannya pergi meninggalkan lokasi.
- Senin, 14 Mei 2018 - 15:33 WIB
WowKeren - Ledakan bom bunuh diri di empat lokasi Kota Surabaya membuat banyak korban selamat dari kejadian sebelumnya bernostalgia, salah satunya adalah aktris cantik Nikita Mirzani. Siapa sangka, Nikita ternyata pernah hampir menjadi korban ledakan bom di kawasan Mega Kuningan pada tahun 2009 silam.
Bom bunuh diri tersebut menewaskan 9 korban dan melukai lebih dari 50 orang lainnya, baik warga negara Indonesia maupun asing. Beruntung, kala itu Nikita seolah punya firasat dan langsung mengajak teman-temannya meninggalkan lokasi yang dijadikan sasaran peledakan bom bunuh diri.
"Itu waktu di hotel di Kuningan, kan di situ ada restoran Jepang yang enak, jadi kita lagi abis makan dan 40 menit atau 50 menit setelah itu, terjadi pengeboman," ungkap Nikita saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, pada Senin (14/5). "Kagak tahu lagi deh kalau waktu itu lagi nunggu valet, mampus enggak gue? Makanya alhamdulillah Tuhan masih sayang Niki dan teman-teman."
Firasat yang dirasakan Nikita memang tak biasa. Ia tiba-tiba mengantuk dan cepat-cepat ingin pulang. Berbagai perasaan campur aduk dan firasat buruk membuat Nikita segera membawa pulang semua temannya saat itu.
"Niki lupa tahun berapa, pokoknya kan dua kali itu di tempat yang sama. Nah, Niki yang kedua," lanjut Nikita. "Enggak tahu saat makan, itu gue pengin cepat-cepat pulang saja. Rasanya kok nguap terus ngantuk, segala macam. Rasanya ngomong ke teman, 'Eh cabut yuk cabut'. Benar saja enggak tahunya (bom) gitu."
Kejadian sembilan tahun silam masih membekas di hati dan benak Nikita. Hal tersebut membuat dirinya cukup cemas jika harus pergi meninggalkan rumah. Apalagi, bom bunuh diri itu bisa meledak dimana saja, bukan hanya di tempat ibadah.
"Kalau kayak begini jadinya agak sedikit parno ya, karena mereka kayaknya suka-suka. Teroris ini suka-suka saja, mau ngebom dimana saja, jadi agak takut juga, sih," tandas Nikita. "Takutnya nanti sudah dia ngincar gereja, entar ngincar yang lain lagi."
Rentetan bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya sejak 13 Mei 2018 lalu membuat masyarakat Indonesia semakin was-was. Apalagi, teror tersebut tidak hanya terjadi di Kota Surabaya saja, tetapi juga daerah lain. Bom bunuh diri tersebut meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Pantekosta Pusat, dan halaman depan Polrestabes Surabaya.
(wk/Afif)