Terima Surat Permintaan Maaf Big Hit, Organisasi HAM Yahudi Sebut BTS Kurang Pengetahuan
Twitter/bts_bighit
Selebriti
Kontroversi Kaus Jimin BTS di Jepang

Simak isi surat permintaan maaf Big Hit Entertainment terkait kontroversi kaus bom atom Jimin dan penggunaan simbol Nazi ini.

WowKeren - Simon Wiesenthal Center mengunggah surat permintaan maaf dari Big Hit Entertainment atas tuduhan menyinggung korban Perang Dunia II dan penggunaan simbol Nazi di pemotretan RM (Rap Monster) 2014 lalu. Sebelumnya, organisasi Hak Asasi Manusia Yahudi terkemuka menerbitkan artikel mengatakan bahwa Bangtan Boys merendahkan sejarah yang ada.

Seperti diketahui, BTS terlibat kontroversi karena Jimin BTS yang kedapatan mengenakan kaus dengan pesan patriotisme bergambar bom atom (merujuk ke peristiwa pemboman atom Hiroshima dan Nagasaki pada 1945). Penampilan mereka di program "Music Station" Jepang mendadak ditunda oleh stasiun televisi penayangan, TV Asahi karena hal tersebut. Pelantun "IDOL" itu juga tidak akan diundang tampil di acara akhir tahun Kohaku TV.


Sementara fans membela BTS, Rabbi Abraham Cooper, Wakil Dekan dan Direktur Aksi Sosial Global Simon Wiesenthal Center menyebut Jimin jelas menghina masa lalu. BTS pun dituntut meminta maaf.

Selasa (13/11), Big Hit Entertainment merilis pernyataan resmi melalui akun Twitter resmi mereka. Agensi menjelaskan bahwa agensi akan mengirim surat permintaan maaf ke Simon Wiesenthal Center yang kemudian mengunggahnya ke situs resmi mereka. Berikut isi surat permintaan maaf Big HBit:

Surat Permintaa Maaf Big Hit

Source: Allkpop

"Big Hit Entertainment menyadari insiden saat ini seputar artis kami. Artis (kami) terlihat mengenakan topi yang kami pahami sangat menyinggung dalam pemotretan majalah pada 2014, yang diberikan oleh penata (busana) majalah dari koleksinya. Big Hit Entertainment sangat sadar akan tanggung jawab kami, karena tidak ada alasan bahwa kami gagal mengecek dan menyesalinya. Kami akan terus mendidik diri kami sendiri, menjadi lebih peka terhadap hal-hal semacam itu, dan melindungi artis kami dari insiden seperti itu dan implikasi yang mungkin mereka bawa."

"Kami dengan tulus meminta maaf kepada siapa pun yang tersinggung. Perlu dicatat bahwa artis kami baru-baru ini telah berbagi pesan di PBB, yang menunjukkan keyakinan konsisten mereka bahwa mencintai diri sendiri dan cinta untuk orang lain adalah paling penting di dunia saat ini, dan itu adalah pesan global untuk mereka. Baik Big Hit maupun artis kami berharap untuk terus menyebarkan pesan tersebut dan berbagi cinta untuk semua umat manusia."

Rabbi Abraham Cooper, Wakil Dekan dan Direktur Aksi Sosial Global Simon Wiesenthal Center mengomentari surat permintaan maaf dari Big Hit. Ia berharap BTS bisa memanfaatkan popularitas untuk hal-hal yang baik.

"Insiden yang memalukan tersebut menunjukkan kurangnya pengetahuan dasar tentang bagian-bagian gelap dalam sejarah yang membahayakan masa depan generasi muda," tutur Rabbi Abraham Cooper. "Kami menghubungi BTS dan agensi mereka untuk mendesak agar mereka memanfaatkan ketenaran internasional untuk kebaikan bukan malah melayani kekuatan jahat," tambahnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...