6 Makanan Populer di Indonesia Ini Ternyata Diadaptasi dari Luar Negeri
Kuliner

Ramai digemari dan banyak dijual di Indonesia, makanan-makanan ini awalnya ternyata berasal dari luar negeri.

WowKeren - Makanan. Ya, kata satu itu selalu menjadi topik yang menyenangkan untuk dibicarakan. Apalagi, saat ini tren kulineran tengah menjamur di kalangan anak muda. Hal itu membuat makanan menjadi salah satu primadona yang hampir selalu menjadi topik dalam perkumpulan anak-anak muda ini.

Ngomong-ngomong soal makanan, apa saja makanan favorit yang banyak dihidangkan orang Indonesia? Beberapa jawaban mungkin akan berujung pada sate ataupun bakso. Sementara itu, di kalangan kue-kuean, jawaban seperti nastar dan kastengel pasti juga muncul.


Bagaimana tidak, pada saat Hari Raya Idul Fitri misalnya, sajian seperti nastar dan kastengel pasti turut dihadirkan. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa makanan yang biasa hadir dan dijual di Indonesia ini ternyata adaptasi dari luar negeri, lho.

Selain bahasa, kuliner Indonesia juga banyak terpengaruh dari Belanda dan negara lainnya. Hal itu juga dilatarbelakangi oleh penjajahan Belanda yang terjadi selama hampir 3,5 abad di Indonesia. Lantas, apa saja makanan yang ternyata adaptasi dari luar negeri ini? Dilansir dari berbagai sumber, yuk segera ketahui di sini.

(wk/silm)

1. Sate, Makanan Lezat Indonesia yang Diadaptasi dari Kebab


 Sate, Makanan Lezat Indonesia yang Diadaptasi dari Kebab

Makanan seperti sate tentu akan sangat mudah didapatkan di Indonesia. Hidangan lezat yang satu ini diketahui berasal dari Jawa dan dianggap sebagai salah satu masakan nasional Indonesia. Ternyata, makanan yang dapat ditemukan di beberapa negara ini merupakan adaptasi dari luar negeri juga.

Kata sate atau satai diduga berasal dari bahasa Tamil. Sate disebut semakin populer bersamaan dengan semakin banyaknya pendatang dari Arab. Banyaknya pendatang Muslim Tamil dan Gujarat dari India ke Indonesia juga membuat sate semakin dikenal. Makanan satu ini diduga diadaptasi dari kebab yang merupakan masakan khas Timur Tengah.

2. Selat Solo, Sajian Favorit Para Ningrat yang Diadaptasi dari 'Biefstuk'


Selat Solo, Sajian Favorit Para Ningrat yang Diadaptasi dari 'Biefstuk'

Menjadi makanan khas Solo, hidangan Selat Solo ternyata juga menjadi hidangan Indonesia yang diadaptasi dari luar negeri. Sajian bistik dengan beberapa hiasan sayuran ini berasal dari sajian biefstuk.

Bedanya, Selat Solo memiliki kuah yang lebih encer. Selain itu, rasa rempah-rempah khas juga membuatnya menjadi lebih Indonesia banget. Jika sedang berkunjung ke Solo, kamu bisa tilik beberapa sajian favorit di sini.

3. Kastengel dan Nastar, Kue Populer Saat Lebaran Ternyata Adaptasi Dari Belanda


Kastengel dan Nastar, Kue Populer Saat Lebaran Ternyata Adaptasi Dari Belanda

Menjadi sajian khas yang kerap tampil sebagai primadona di saat perayaan Idul Fitri, kue seperti kastengel dan nastar ternyata juga tak asli Indonesia. Dua jenis kue-kuean itu disebut berasal dari Negeri Kincir Angin, Belanda.

Berbeda dengan di negara asalnya, kastengel di Indonesia berbentuk kebih kecil. Awalnya, kastengel berasal dari istilah kaasstengels yaitu kaas yang artinya keju dan stengels yang berarti batangan.

Sementara itu, nastar juga berasal dari istilah dalam bahasa Belanda, yakni ananas dan taart. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut berarti tart nanas. Tart nanas dulu muncul karena orang-orang Belanda yang berada di Indonesia lebih mudah menemukan isian nanas.

4. Perkedel Berasal dari Bahasa Belanda 'Frikadel'


Perkedel Berasal dari Bahasa Belanda 'Frikadel'

Perkedel yang biasa disantap dengan sajian berkuah di Indonesia ini ternyata juga merupakan makanan adaptasi. Mengutip dari Wikipedia, makanan yang satu ini merupakan hasil pengaruh dari Belanda.

Perkedel di Indonesia berasal dari bahasa Belanda, yakni frikadel. Dalam versi aslinya di Eropa, frikadel ini adalah makanan yang terbuat dari daging cincang ataupun kornet.

5. Semur Berasal Dari Bahasa Belanda 'Smoor'


Semur Berasal Dari Bahasa Belanda 'Smoor'

Semur. Makanan daging berkuah kecap ini kerap menjadi hidangan spesial yang sangat nikmat jika disantap dengan nasi hangat. Makanan bercita rasa manis dan gurih ini juga dilengkapi dengan sentuhan rasa rempah-rempah yang Indonesia banget. Namun, sudah tahukah kamu kalau semur ternyata juga makanan adaptasi dari Negeri Kincir Angin, Belanda?

Semur ternyata berasal dari makanan Belanda yang bernama smoor. Orang Belanda biasa menyajikan smoor ini dengan potongan bawang bombay dan juga tomat segar. Jadi, jangan kaget jika kamu nantinya menemukan makanan yang mirip dengan ini ketika berkunjung ke Belanda.

6. Bakso, Makanan Adaptasi Tionghoa yang Jadi Favorit Orang Indonesia


Bakso, Makanan Adaptasi Tionghoa yang Jadi Favorit Orang Indonesia

Bakso yang sangat mantap disajikan saat musim hujan ini ternyata juga merupakan makanan adaptasi. Bakso disebut merupakan makanan adaptasi dari seni kuliner Tionghoa dan Indonesia. Istilah Bakso berasal dari kata bak-so yang dalam bahasa Hokkien berarti daging giling.

Oleh karena penduduk Indonesia mayoritas merupakan Muslim, bakso yang biasanya disajikan dari daging Babi di Tionghoa, kemudian diganti dengan daging sapi. Sementara itu, bakso sendiri juga punya ciri khas masing-masing di setiap daerah di Indonesia. Jika kamu tiba-tiba terpikir ingin makan bakso, bisa intip variasi bentuk bakso unik di sini.

You can share this post!

Related Posts