PVMBG Sebut Erupsi Gunung Anak Krakatau Telah Berhenti Total, Status Masih Level III Siaga
Nasional

Direkomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.

WowKeren - Tsunami Selat Sunda masih menyisakan duka yang mendalam bagi para korbannya dan juga seluruh masyarakat Indonesia. Namun, saat ini mungkin warga bisa sedikit lega lantaran erupsi Gunung Anak Krakatau yang menjadi salah satu penyebab bencana tersebut telah berhenti.

Berhentinya letusan atau erupsi Gunung Anak Krakatau disampaikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut perkiraan PVMBG berdasarkan hasil pantauan dari Satelit Himawari dan radar cuaca sejak Sabtu (29/12) malam hingga Minggu (30/12) pagi kemarin, erupsi gunung telah berhenti total.

Rekaman seismograf di Pulau Sertung, gugusan pulau di Selat Sunda, dekat Gunung Anak Krakatau menunjukkan tidak ada fluktuasi getaran. Saat letusan, amplitudonya mencapai 25-30 mm, namun kini rata-rata diperkirakan 10 mm.

Tim PVMBG mengatakan bahwa mereka belum bisa memastikan apakah akan ada fluktuasi erupsi lagi ke depan. Mereka juga menyampaikan terima kasih pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atas pemantauan visual distribusi abu (lateral dan vertikal) erupsi Gunung Anak Krakatau via Satelit Himawari dan radar cuaca, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Staf PVMBG Pos Pengamatan Pasauran Gunung Api Krakatau, Windi Cahya Untung melaporkan periode pengamatan Sabtu (29/12), pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, gunung tersebut kini memiliki ketinggian tinggal 110 meter dari permukaan laut. Sebelumnya mencapai 338 mdpl.


Berdasarkan pengamatan visual dari pos pengamatan, kabut 0-III di Gunung Anak Krakatau, tinggi 1.000 meter, warna kelabu putih, intensitas asap tebal. Kegempaan masih berlanjut, erupsi, dan mengeluarkan abu vulkanik hingga mencapai 7.338 meter di atasnya, alami kegempaan tremor vulkanik dengan amplitudo 25 mm.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau Level III (Siaga), sehingga direkomendasikan masyarakat atau wisatawan tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 5 km dari kawah.

Kondisi cuaca di sekitar Gunung Anak Krakatau cerah, berawan dan mendung. Suhu 24-30 derajat Celcius, kelembapan 59-92 persen, tekanan 0,0-0,0 mmHg, curah hujan 0,0 mm. Kecepatan angin kencang, lemah; arah angin menuju barat laut, utara, timur laut, timur.

BMKG menyatakan saat ini sudah ada sirine Tsunami Early Warning System (TEAS) untuk menyampaikan peringatan dini tsunami di wilayah Lampung, tepatnya 1 di Kalianda, Lampung Selatan, dan 1 di Kota Agung, Tanggamus. Namun perlu diketahui bahwa sirine masih berbasis gempa tektonik dan untuk mendeteksi tsunami.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa jika Anak Krakatau meletus, kemungkinan letusannya tidak akan sedahsyat Krakatau yang erupsi pada 1883. Hal tersebut disebabkan karena diameter Anak Krakatau relatif lebih kecil, yakni hanya 12 kilometer. Begitu juga dengan dapur magma yang jauh lebih sempit dibanding Gunung Krakatau.

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait