Tim Jokowi menyebut bahwa Fadli memang kerap mengangkat isu agama ke dunia politik sehingga membuat indeks demokrasi Indonesia menurun.
- Wahyu
- Rabu, 02 Januari 2019 - 16:24 WIB
WowKeren - Wakil Ketua DPR Fadli Zon kembali menyoroti kinerja pemerintah Jokowi. Belum lama ini, ia mengungkap adanya ancaman kebebasan sipil di Indonesia.
Melalui akun Twitter miliknya, ia mengatakan indeks demokrasi Indonesia menurun dari status negara “bebas” menjadi “bebas sebagian”. Hal tersebut menurutnya disebabkan karena meningkatnya ancaman kebebasan sipil.
“Potret serupa jg terekam dlm data Freedom House,” kata Fadli Zon dalam keterangan tertulis di akun Twitter miliknya pada Selasa (1/1). “Meningkatnya ancaman kebebasan sipil, menurut Freedom House, telah mendorong Indonesia turun status dari negara 'bebas' (free) menjadi negara 'bebas sebagian' (partly free) di tahun 2018.”
5) Potret serupa jg terekam dlm data Freedom House. Meningkatnya ancaman kebebasan sipil, menurut Freedom House, telah mendorong Indonesia turun status dari negara 'bebas' (free) menjadi negara 'bebas sebagian' (partly free) di tahun 2018.
— Fadli Zon (@fadlizon) January 1, 2019
Menanggapi cuitan Fadli tersebut, juru bicara Tim Nasional Kampanye (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma’ruf Ace Hasan Syadzily membantah tegas. Menurutnya, status Indonesia masih tetap seperti sebelumnya, yakni “partly free”. Ia bahkan meragukan sumber data yang dijadikan referensi oleh Fadli.
“Data dari mana itu Fadli Zon dapatnya? Ambil data kok seenaknya?” kata Ace saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (2/1). “Menurut data The Freedom House, tidak benar Indonesia statusnya turun dari 'free' ke 'partly free'. Indonesia masih tetap 'partly free', bahkan status itu tidak berubah dari 2014, nilai agregatnya pun stabil di angka 65.”
Menurut Ace, status tersebut sebelumnya sempat turun di angka 64. Hal itu dikarenakan adanya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) beberapa waktu lalu.
Ace menyebut bahwa munculnya kasus tersebut ke publik juga tak lepas dari keterlibatan Fadli. Menurutnya, Fadli selalu mengangkat isu agama untuk kepentingan politik sehingga membuat indeks demokrasi Indonesia menurun.
“Dan ini ulah Fadli dan kawan-kawan yang selalu mendorong isu-isu agama untuk kepentingan politik,” terang Ace. “Jelas saja indeks demokrasi Indonesia turun.”
(wk/wahy)