Galang Dana Kampanye, Timses Prabowo Buat Online Shop
Nasional

Di olshop besutan tim Prabowo, para penjual merupakan pendukung kubu ini yang merelakan barang-barang mereka untuk dijual guna membiayai kampanye.

WowKeren - Sudah menjadi rahasia umum bahwa kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus berupaya menggalang dana kampanye. Berbeda dengan kubu petahana, Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin dikatakan belum menyumbang dana untuk kampanye.

Sumber dana kampanye kubu Prabowo paling besar berasal dari Sandiaga Uno. Sekitar tujuh puluh persen dana kampanye yang terkumpul, merupakan donasi dari Sandi. Ia pun juga blak-blakan telah menjual milyaran sahamnya untuk membiayai kampanye.

Berbagai cara pun dilakukan kubu ini untuk menggalang dana. Termasuk membuat online shop (olshop). Hasil dari olshop tersebut seratus persen akan disalurkan untuk membantu program kampanye agar tetap berjalan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Jurkamnas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Agung Mozin. Ia menjelaskan bahwa olshop tersebut diberi nama "tokopas" dan telah diluncurkan saat Konferensi Nasional Partai Gerindra Desember lalu.

"Waktu di Sentul itu diluncurkan ada 3," kata Agung dilansir detikcom pada Selasa (8/1). "Digdaya TV yang pakai parabola itu, terus ada Generasi Emas yang program emak-emak minum susu, yang saya Tokopas, olshop untuk donasi."


Pada dasarnya, platform Tokopas mirip dengan platform e-dagang lainnya. Yang membedakan adalah, jika penjual e-dagang berasal dari sembarang orang maka tidak dengan Tokopas.

Di Tokopas, penjualnya merupakan para pendukung Prabowo-Sandi. Mereka merelakan barangnya dijual lewat Tokopas yang hasilnya akan disumbangkan untuk kampanye.

Agung menuturkan bahwa tidak semua donatur berasal dari kalangan mampu. Untuk itu, bagi mereka yang kurang bisa memberikan donasi dalam jumlah besar tetap bisa ikut berkontribusi. Yakni dengan menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi dan kemudian menyumbangkan hasil penjualan tersebut ke BPN.

"Filosofinya, orang kan banyak pendukung Prabowo, ada yang gajinya mungkin pas-pasan, memberi sumbangan nggak masuk skala prioritas," papar Agung. "Tapi punya barang-barang bekas nggak dipakai lagi, lalu bisa jadi barang donasi."

Agung kemudian mencontohkan dirinya yang menjual sepeda miliknya. Sepeda itu ia beli seharga Rp40 juta namun ia hanya menjualnya Rp23 juta di Tokopas. Menurutnya, sepeda adalah barang yang cepat laku.

"Kayak itu ada sepeda kan, itu punya saya," kata Agung memberi contoh. "Kalau belinya Rp 40 juta, saya jual Rp 23 juta, itu barang yang gampang laku."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait