Lama Diam, Menhan Prabowo Subianto Akhirnya Buka Suara Soal 'Hinaan' Edy Mulyadi
Instagram/prabowo
Nasional

Buntut ucapan Edy Mulyadi yang menyebut Menhan Prabowo Subianto bak 'Macan Mengeong' kini berujung pada pelaporan ke polisi. Sementara Prabowo sendiri sejauh ini diketahui enggan berkomentar.

WowKeren - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto akhirnya buka suara juga setelah lama diam atas kritik menggunakan kata-kata kasar oleh eks Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Edy Mulyadi. Sebelumnya, Edy disebut marah besar kepada Prabowo terkait dengan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Penajem Paser Utara, Kalimantan Utara.

Edy marah lantaran pemindahan IKN itu dinilai sebagai macam kedaulatan bangsa, namun Prabowo disebut hanya diam saja terhadap proyek ambisius Presiden Joko Widodo itu. Menurutnya, Prabowo seharusnya bisa mencegah Jokowi untuk memindahkan IKN lantaran hal tersebut dinilai berbahaya.

Edy bahkan menyebut Prabowo sebagai macan yang kini menjadi seperti mengeong. "Masa begini saja enggak ngerti sih! Masa Menteri Pertahanan kayak gini saja enggak ngerti! Jenderal Bintang Tiga, Macan yang jadi kayak mengeong enggak ngerti begini aja," ujar Edy dalam video yang diunggah oleh akun YouTube "Satu Indonesia News Network".


Hal itu lantas memicu reaksi publik, tak terkecuali partai politik yang menaungi Prabowo yakni Gerindra. DPD Partai Gerindra Jawa Tengah yang merasa tersinggung dengan pernyataan Edy dan menilainya sebagai penghinaan terhadap Ketua Gerindra pun melaporkannya ke polisi.

Sementara itu, Prabowo sendiri selama ini diketahui diam dan tidak berkomentar apapun mengenai "penghinaan" yang dilakukan oleh Edy. Namun kini, Prabowo akhirnya turut buka suara.

Meski sudah mau menanggapi pernyataan dari Edy yang dianggap sebagai penghinaan, Prabowo tetap tidak ingin banyak berbicara. Ia hanya mengatakan pernyataan tidak sopan yang dilontarkan oleh Edy kepadanya itu kini sudah ditangani oleh pihaknya. Namun Prabowo enggan menerangkannya secara detail.

"Sudah ada yang mengurusi (kasus Edy Mulyadi)," tutur Prabowo dalam keterangannya, Rabu (26/1). Tampaknya yang melaporkan Edy ke polisi bukan hanya DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, tetapi juga dilakukan oleh DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara yang melaporkannya ke Polda Sulut atas dugaan penghinaan.

(wk/tiar)


You can share this post!


Related Posts