Soal Selang Cuci Darah, Timses Prabowo Dilaporkan ke Bareskrim
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

Pernyataan salah satu Timses Prabowo terkait layanan kesehatan di salah satu rumah sakit dianggap tidak sesuai dengan fakta yang ada.

WowKeren - Pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, tentang soal selang cuci darah di salah satu rumah sakit di Jakarta berbuntut panjang. Tak hanya oleh Prabowo, pernyataan yang sama ternyata juga pernah dilontarkan oleh Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim mengatakan bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mengalami defisit anggaran. Akibatnya, pihak rumah sakit harus menanggung sendiri biaya medis sehingga hal ini menyebabkan turunnya kualitas pelayanan terhadap masyarakat pengguna BPJS. Salah satunya terkait penggunaan selang cuci darah yang dipakai berulang kali oleh beberapa orang.


Hal tersebut dikemukakan oleh seorang dari Aliansi Mahasiswa Berantas Hoaks, Ahmad Andi. Menurutnya, pernyataan Hashim terkait layanan di rumah sakit telah melanggar pidana pemilu. Atas pernyaataannya itu, Hashim dilaporkan ke Bawaslu.

"Kita melaporkan ke Bawaslu terkait Hashim Djojohadikusumo karena dia telah melanggar dugaan pidana pemilu," kata Ahmad di Bawaslu, Jakarta Pusat pada Selasa (8/1). "Terkait pernyataan Hashim bahwa di bagian BPJS dan RS itu tidak lagi melayani pasien itu dengan sepenuhnya."

Adapun Hasim melontarkan pernyataan tersebut saat dirinya berkunjung ke redaksi salah satu media belum lama ini. Andi menuturkan bahwa apa yang disampaikan Hashim tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.

Pihak rumah sakit sebelumnya juga telah menyanggah pernyataan terkait pemakaian selang cuci darah yang dipakai bergantian. Sebab, selang cuci darah hanya dipakai satu kali untuk satu orang.

"Ada juga statement dia pemakaian selang cuci darah beberapa kali dipakai selang-seling beberapa orang," lanjut Ahmad. "Sedangkan pernyataan rumah sakit bahwa selang cuci darah itu hanya satu kali satu orang."

Menurut Ahmad, pernyataan Hashim yang tidak sesuai dengan fakta bisa dikatakan hoaks. Sehingga, hal ini bisa merusak citra kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai petahana.

"Ini bisa juga berita hoax yang disampaikan Hashim," lanjut Ahmad. "Sehingga bisa merusak petahana nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf."

Terkait Prabowo yang juga melontarkan pernyataan serupa, Ahmad menyebut akan melakukan pelaporan secara terpisah. "Sedangkan Prabowo (nanti dilaporkan) ke Polda mengatasnamakan sebagai pribadi atau sebagai WNI," imbuh Ahmad.

You can share this post!

Related Posts
Loading...