Cerita Penemu CVR Lion Air JT 610, Menyelam Selama Tujuh Hari di Kedalaman 35 Meter
Nasional

Penghargaan khusus juga sudah disiapkan untuk para penemu CVR Lion Air JT 610 yang jatuh pada 29 Oktober 2018 ini.

WowKeren - Setelah lama dilakukan pencarian, bagian dari kotak hitam pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang akhirnya ditemukan. Pada Senin (14/1), Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Dinas penyelam bawah air (Dislambair) Koarmada I akhirnya menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) dari pesawat nahas tersebut.

CVR ini disebut ditemukan di kedalaman 30 meter dari permukaan air laut dan dalam kondisi tertimbun lumpur. Salah satu penyelam yang berhasil menemukan CVR ini kemudian menceritakan pengalamannya menemukan CVR yang tertimbun di dalam lumpur tersebut.


Dia adalah Serda Satria Margono Susanto. Ia merupakan petugas dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL Koarmada 1. Serda Satria menyebutkan bahwa dirinya bekerja sama dengan empat orang penyelam lainnya di hari penemuan CVR tersebut.

Serda Satria menjelaskan bahwa dirinya dan tim sudah melakukan pencarian selama tujuh hari. Menurutnya, para penyelam juga berusaha mengindentifikasi benda-benda berwarna oranye yang terlihat seperti CVR. Sampai akhirnya, dirinya benar-benar menemukan CVR yang tengah menjadi pencarian sejak jatuhnya pesawat pada 29 Oktober 2018 lalu.

" Kami sudah menyelam selama tujuh hari. Kami menyelam kedalaman 35 meter. Kami meneruskan kegiatan penyelaman di tempat kemarin itu secara circle, muter di titik kemarin itu," ujar Satria di Jakarta International Container Terminal 2, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (14/1). "Kami mengira-ngira aja. Soalnya kemarin dari KNKT warnanya oranye. Nah setiap warna oranye ya kita angkat aja. Ternyata itu CVR."

Pencairan CVR yang sudah dilakukan sejak 8 Januari 2019 ini setiap harinya mengerahkan hingga 25 penyelam. "Ada 25 penyelam, setiap harinya 10 kali penyelaman. Metode penyelaman variatif kadang turun 2-2, kadang 3-3, kadang 4-4," jelas Satria.

Sementara itu, hadiah khusus sudah disiapkan untuk para penyelam yang berhasil menemukan CVR yang lama dicari ini. "Reward pasti ada, reward pasti ada. Nanti kita akan laporkan kepada komando atas karena militer sehingga harus kita laporkan ke komando atas," jelas Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono di KRI Spica pada Senin (14/1) kemarin.

Untuk koreksi, Yudo Margono menjelaskan bahwa CVR ini hanya tertimbun lumpur sedalam 20 sentimeter. Sebelumnya, disebutkan bahwa CVR tertimbun lumpur sedalam 8 meter. "Kedalaman 30 (meter), dan ternyata ada koreksi yang awalnya 8 meter di bawah lumpur ternyata hanya 20 sentimeter dari lumpur," tegas Yudo.

You can share this post!

Related Posts
Loading...