Ditentang Sejumlah Pihak, Gubernur NTT Akan Tutup Taman Nasional Komodo
Nasional

Untuk melindungi populasi komodo, pemerintah NTT akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun.

WowKeren - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat berencana menutup Taman Nasional Komodo untuk para wisatawan. Penutupan tersebut dilakukan selama kurang lebih satu tahun. Adapun alasan pemerintah NTT menutup ikon wisata di Labuan Bajo tersebut adalah untuk memperbaiki penataan habitat komodo agar semakin berkembang.

"Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang," kata Viktor di Kupang, Minggu (20/1). "Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun."


Meski demikian, Viktor tidak menjelaskan secara detail kapan tepatnya penutupan tersebut akan dilakukan. Viktor menegaskan bahwa dengan menutup kawasan itu, pemerintah berharap bisa dengan lebih mudah melakukan pengawasan.

Sebab, kondisi komodo yang ada di sana sudah semakin berkurang. Tak hanya itu, ukuran tubuh komodo juga rata-rata mengecil. Viktor menuturkan bahwa kondisi tersebut merupakan dampak semakin berkurangnya populasi rusa.

"Kondisi tubuh komodo tidak sebesar dulu lagi," tutur Viktor. "Karena populasi rusa sebagai makanan utama komodo terus berkurang karena maraknya pencurian rusa di kawasan itu."

Populasi rusa yang semakin berkurang akan berdampak pada perilaku komodo. Tak menutup kemungkinan, komodo akan saling serang untuk memakan satu sama lain. Untuk itu, pemerintah ingin melindungi populasi komodo yang semakin langka.

"Insting sebagai binatang akan muncul apabila rantai makanan komodo berkurang," imbuh Viktor. "Apabila makanan utamanya melimpah, maka instingnya akan berbeda."

Berbeda dengan pemerintah NTT, pengusaha di sekitar Taman Nasional Komodo kurang sepakat dengan rencana itu. Hasdin, salah satu pengusaha travel Labuan Bajo justru menganggap aneh rencana tersebut.

Sebab menurutnya, jika memang masalahnya adalah populasi rusa yang makin berkurang karena pencurian, maka menutup kawasan wisata itu bukanlah solusi yang tepat. Justru, faktor keamanannya lah yang harus diperketat.

"Kalau demi meningkatkan populasi rusa yang katanya dicuri, bukan harus ditutup," kata Hasdin dilansir detikcom pada Senin (21/1). "Tapi harus diperketat pengamanannya. Aneh saja kalau ditutup."

Hal senada juga diungkapkan oleh pengusaha travel lainnya, Guri Ridola. Penutupan Taman Nasional Komodo sama sekali tidak berhubungan dengan berkurangnya populasi rusa.

"Kalau sumber masalahnya rusa berarti itu masalah perburuan liar. Ya pengamanan ditingkatkan!" tegas Guri dilansir detikcom pada Senin (21/1). "Apa hubungannya dengan wisata sampai ditutup segala?"

You can share this post!

Related Posts