Dalam acara deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi di Karanganyar, Jawa Tengah, sang petahana mengeluhkan fitnah yang ditujukan padanya.
- Bertilia Puteri
- Senin, 04 Februari 2019 - 11:52 WIB
WowKeren - Calon Presiden petahana Joko Widodo kini mulai bersikap lebih "agresif" menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Diketahui, selama ini Jokowi lebih banyak diam dalam menanggapi isu-isu yang ditimpakan kepadanya.
Dalam acara deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel Jokowi di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Jokowi mengeluhkan fitnah yang banyak ditujukan padanya. Menurut Jokowi, dirinya sudah sering diserang oleh fitnah terutama di media sosial.
"Karena yang terjadi sekarang ini adalah banyaknya semburan-semburan fitnah dimana-mana. Terutama di medsos dan juga di darat," tutur Jokowi, Minggu (3/2). "Yang terjadi adalah semburan-semburan kebohongan yang ada di mana-mana, yang terjadi adalah semburan-semburan kedustaan yang ada di mana-mana. Yang benar dibalik menjadi salah, yang salah dibalik menjadi hal yang benar."
Jokowi pun menjelaskan bahwa selama ini dirinya memang sengaja diam. Dan kini tiba waktunya sang petahana memberikan "jawaban" atas fitnah-fitnah tersebut.
"Sebenarnya saya sudah empat tahun diam, tidak menjawab," ujar Jokowi. "Saya hanya ingin kerja saja dari pagi sampai pagi. Dari pagi sampai tengah malam. Tapi sudah saatnya saya harus menjawab."
Mantan Wali Kota Solo tersebut mengaku bahwa diam bukan berarti dirinya takut. Jokowi menuturkan bahwa jika untuk kepentingan negara, dirinya tak memiliki rasa takut.
"Jangan sampai mentang-mentang saya sabar dihina-hina, dimaki-maki, direndahkan seperti itu, dipikir saya penakut," terang Jokowi. "Saya sampaikan berkali-kali tidak ada rasa takut sekecil yang hinggap di hati saya untuk kepentingan bangsa ini, untuk kepentingan rakyat, untuk kepentingan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga sempat menyinggung tuduhan antek asing pada dirinya. Padahal berdasarkan hasil kerja Jokowi selama beberapa tahun belakangan menunjukkan saham pihak asing dapat berpindah tangan ke Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah Blok Mahakam yang lebih dari 50 tahun dikelola Prancis dan Jepang, telah 100 persen dialihkan pada PT Pertamina pada 2015. Lalu ada Blok Rokan yang dikelola Chevron asal Amerika Serikat selama 90 tahun, telah dimenangkan 100 persen oleh PT Pertamina pada 2018.
"Pertanyaan saya yang antek asing siapa? Yang anteng asing siapa?" ujar Jokowi. "Jangan begitu dong. Maksudnya, jangan nunjuk-nunjuk orang lain antek asing, padahal dia antek asing itu sendiri."
(wk/Bert)