Fadli Zon Tanggapi Tudingan Jokowi Soal Propaganda Rusia: Itu Halusinasi
Instagram/fadlizon
Nasional

Fadli Zon menilai bahwa Jokowi sebagai pihak petahana seharusnya bisa bersikap lebih elegan dalam membuat pernyataan.

WowKeren - Dalam pidatonya di hadapan sedulur kayu dan mebel di Karanganyar pada Minggu (3/2) siang, presiden Joko Widodo alias Jokowi sempat melayangkan kritik terhadap kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi menyebut kubu Prabowo menggunakan konsultan asing yang mana hal tersebut dapat memicu kekhawatiran di masyarakat.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon membantah keras tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa tidak ada propaganda asing yang dilakukan oleh kubu Prabowo. Ia mengaku tidak tahu-menahu maksud pernyataan Jokowi.


"Propaganda apa? Coba sebutkan propaganda apa?" tanya Fadli di Kompleks Parlemen pada Senin (4/2). "Maksudnya apa sih saya enggak ngerti teori dari mana."

Fadli bahkan menyebut bahwa Capres nomor urut 01 tersebut sedang berhalusinasi. Fadli mengatakan bahwa tidak ada hal yang dirahasiakan oleh tim Prabowo.

"Itu sudah halusinasi tuh dengan teori-teori itu," tegas Fadli. "Kita terang benderang tidak ada yang dirahasiakan."

Oleh sebab itu, Fadli menilai tudingan yang tidak berdasar pada fakta tersebut dapat dikategorikan sebagai fitnah. Fadli juga menyayangkan bahwa pernyataan seperti itu tak seharusnya disampaikan oleh Jokowi sebagai seorang presiden. Sebab, hal itu bisa menimbulkan kesalahpahaman yang bukan tidak mungkin akan mengganggu hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia.

"Itu bisa menimbulkan gejolak hubungan diplomatik antara kita dan Rusia atau negara manapun yang disebut," lanjut Fadli. "Enggak bisa sembarangan menyebut nama negara, kecuali dia betul-betul mempunyai bukti yang sahih atau nyata."

Lebih jauh, Fadli bahkan menyebut jika Jokowi sudah putus asa menghadapi Probowo. Sebab, Fadli menganggap bahwa Jokowi sudah tak memiliki cara lain untuk mengerek elektabilitasnya sehingga dilakukan segala cara.

"Ada pepatah mengatakan begini, 'desperate people can do desperate thing'," jelas Fadli. "Jadi ini sudah desperado, sudah desperate mungkin, karena elektabilitasnya enggak naik-naik, jadi dengan segala cara untuk menaikkan elektabilitas."

Padahal, sebagai kubu petahana Jokowi seharusnya bisa bersikap lebih elegan dalam berpidato. Sikap Jokowi yang terkesan "menyerang" justru dianggap Fadli sebagai kelemahan.

"Saya kira baguslah, alhamdulillah," imbuh Fadli. "Artinya petahana sudah menunjukkan tanda-tanda dia akan kalah."

You can share this post!

Related Posts
Loading...