Nilai Jokowi 'Grasa Grusu' Soal Tuduhan 'Propaganda Rusia', Fadli Zon Minta Maaf ke Kedubes Rusia
Nasional

Sebelumnya, Kedubes Rusia sempat memberikan klarifikasi dan menegaskan pihaknya tak terlibat apapun dalam urusan politik Indonesia.

WowKeren - Pernyataan Joko Widodo soal "Propaganda Rusia" mengundang sejumlah kontroversi. Pernyataan calon presiden nomor urut 01 itu bahkan memunculkan reaksi dari Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia.

Pihak Kedutaan Besar Rusia menjelaskan jika mereka tak terlibat apapun dalam politik Indonesia. Pernyataan Kedutaan Besar Rusia ini lantas turut direspon oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon.

Fadli dalam Twitter miliknya tampak memberikan permintaan maaf atas nama Presiden Jokowi saat menanggapi cuitan Kedubes Rusia. Fadli menyatakan bahwa Presiden Jokowi grasa grusu memberikan pernyataan soal "Propaganda Rusia". "Mhn maaf atas pernyataan presiden @jokowi yg grasa grusu," cuit Fadli di Twitter pribadinya pada Selasa (5/2) kemarin.

Sebelumnya, pernyataan mengenai "Propaganda Rusia" ini disampaikan Jokowi pada saat menghadiri deklarasi Forum Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya pada Sabtu (2/2) kemarin. Dalam pidatonya, Jokowi juga menyinggung soal pelibatan konsultan asing yang dilakukan oleh salah satu tim sukses.

"Problemnya adalah ada tim sukses yang menyiapkan propaganda Rusia!," ungkap Jokowi. "Yang setiap saat mengeluarkan semburan-semburan dusta, semburan hoax, ini yang segera harus diluruskan Bapak-Ibu sebagai intelektual."

Terkait tuduhan Jokowi tersebut, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto juga telah memberikan klarifikasi. Mengaku memiliki banyak teman asing, Prabowo membantah jika dirinya menggunakan jasa konsultan asing. Ia juga menegaskan tak menggunakan "Propaganda Rusia" melainkan hanya strategi politik ala Bojong Koneng semata.

"Tidak ada itu, bahwa saya punya teman di mana-mana, ada orang Jepang, orang Korea, orang Rusia, orang Jerman, saya kan 20 tahun bisnis di luar negeri, tapi tidak ada konsultan," terang Prabowo dalam video unggahan Dahnil Anzar pada Senin (4/2) kemarin. "Bagaimana? Bayarnya mahal dan dia tidak mengerti apa-apa politik di Indonesia, tidak ada itu."

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait