Tak ingin disebut menuduh, juru bicara BPN Prabowo meminta klarifikasi dari Jokowi perihal penggunaan konsultan asing.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 07 Februari 2019 - 10:25 WIB
WowKeren - Isu mengenai penggunaan "Propaganda Rusia" dan konsultan asing mulanya dituduhkan presiden petahana, Joko Widodo, kepada lawan politiknya, Prabowo Subianto. Namun, isu ini lantas berkembang menjadi serangkaian serangan balik kepada Jokowi.
Kubu Prabowo Subianto mengaku menemukan informasi yang dapat membuktikan jika Jokowi juga menggunakan konsultan asing seperti yang dituduhkan pada Prabowo. Hal itu diungkapkan oleh juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade.
Andre mengaku telah menghimpun sejumlah informasi yang dapat membuktikan bahwa jasa konsultan asing juga pernah dipakai oleh pria yang masih menjabat sebagai Presiden Indonesia itu. "Kami ingin bertanya kepada Pak Jokowi, ingin mengklarifikasi apakah itu benar," ujar Andre seperti dilansir Tempo pada Kamis (7/2).
Andre mengaku memiliki informasi mengenai seorang konsultan asing bernama Stanley Greenberg dan kepentingannya bersama Jokowi di situs www.political-strategist.com. Dalam situs tersebut, Stanley disebut sebagai seorang konsultan politik, peneliti, dan penulis buku.
Stanley juga dijelaskan sebagai seorang pendiri dan CEO dari Greenberg Quinlan Rosner Research. Perusahaan tersebut merupakan salah satu perusahaan riset dan konsultasi yang memiliki basis di Washington DC dan berhubungan dengan Partai Demokrat.
Sementara itu, informasi mengenai Jokowi sendiri didapatkan Andre usai menelusuri sejumlah nama politikus yang pernah melakukan konsultasi dengannya. Termasuk nama Joko Widodo alias Jokowi.
Seperti dkutip dalam situs aslinya, nama Joko Widodo memang ditulis menjadi salah satu klien dari Greenberg. Selain itu, ada juga nama seperti Bill Clinton, Nelson Mandela, Tony Blair, dan John Kerry.
"For instance, Greenberg has served as pollster and political strategist to: President Clinton, President Nelson Mandela, Vice President Al Gore, British Prime Minister Tony Blair, U.S. Senator John Kerry, German Chancellor Gerhard Shroder, Joko Widodo, President of Indonesia and hundreds of other candidates and organizations in and outside of the United States," demikian bunyi kutipan yang terdapat dalam biografi singkat Greenberg di situs www.political-strategist.com.
Menemukan fakta tersebut, Andre mengaku tak ingin langsung memberikan tuduhan kepada Jokowi. "Kami tidak ingin menuduh Pak Jokowi, kami tidak ingin melakukan fitnah. Kami menunggu klarifikasi. Kalau memang pernah dulu, kenapa harus risih," pungkas Andre.
(wk/silm)