Jokowi Beberkan Penyebab Banyak Proyek Infrastruktur Mangkrak di Pemerintahan Sebelumnya
Twitter/KemensetnegRI
Nasional

Hal itu disampaikan Jokowi saat mengisi pidato di acara Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu.

WowKeren - Langkah pemerintah Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk menggenjot proyek pembangunan menuai pro dan kontra dari sejumlah kalangan. Meski demikian, Jokowi tetap gigih membangun infrastruktur.

Saat mengisi pidato di Tanwir ke-2 Pengurus Pusat Muhammadiyah di Bengkulu, Jokowi menyinggung masalah proyek pembangunan yang mangkrak di masa pemerintahan sebelumnya. Seperti jalan Balikpapan-Samarinda yang sudah terbengkalai selama sembilan tahun lamanya. Jokowi mengatakan bahwa setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata proyek tersebut terganjal masalah pembebasan lahan.


"Saya berikan contoh satu saja, jalan Balikpapan-Samarinda. Lebih dari 9 tahun berhenti," kata Jokowi di hadapan para hadirin di pelataran Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, Jumat (15/2). "Penyebabnya apa? Setelah saya masuk ke dalam, melihat di lapangan. Problemnya ada di pembebasan lahan."

Upaya pembebasan lahan memang tak selalu mudah dilakukan. Apalagi dalam kasus pembangunan jalan Balikpapan-Samarinda tersebut. Sebab, jalan tersebut melintasi daerah hutan yang merupakan kawasan konservasi dan juga melintasi lahan milik TNI. Sulitnya upaya pembebasan lahan membuat proyek tersebut akhirnya terbengkalai.

Untuk mengatasi hal ini, Jokowi berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia bertanya apakah ada payung hukum yang bisa mendukung pembangunan jalan tersebut meski melintasi hutan konservasi. Setelah koordinasi ini dilakukan, Jokowi meminta agar perizinan lahan tersebut diselesaikan dalam waktu dua minggu.

"Dijawab, oh bisa Pak, ada payung hukumnya, dimungkinkan," jelas Jokowi. "Ya sudah. Saya beri waktu dua minggu untuk diselesaikan. Ternyata juga bisa diselesaikan dengan payung hukum yang ada."

Begitu juga dengan lahan yang menjadi milik TNI. Jokowi segera berkoordinasi dengan mereka untuk menyelesaikan upaya pembebasan lahan. Dalam waktu sepekan, masalah tersebut sudah beres.

"Saya berikan waktu dua minggu untuk menyelesaikannya," imbuh Jokowi. "Nyatanya enggak ada seminggu juga sudah rampung."

Masalah kecil seperti itu, menurut Jokowi, menjadi penyebab mandeknya proyek pembangunan pemerintah. Hal itu tak hanya terjadi pada kasus jalan tol, tapi juga bandara dan pelabuhan.

"Hal-hal seperti ini yang menyebabkan keterlambatan kita dalam proses pembangunan," tegas Jokowi. "Tidak hanya jalan tol, tapi juga airport, pelabuhan dan infrastruktur lainnya. Hal-hal kecil, tapi menyebabkan sebuah pembangunan berhenti."

You can share this post!

Related Posts