Fadli Zon diketahui membagikan kegiatannya saat tengah berkunjung ke Tambak Lorok meski sebelumnya menyindir Jokowi.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 20 Februari 2019 - 20:37 WIB
WowKeren - Presiden Indonesia, Joko Widodo, melakukan kunjungan rahasia atau incognito ke Tambak Lorok, Semarang. Kunjungannya tersebut dilakukan bersama dengan supirnya yang ternyata adalah seorang Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.
Kunjungan Jokowi tersebut mendapatkan perhatian dari masyarakat. Termasuk dari politikus Partai Gerindra, Fadli Zon. Sebelumnya mengkritisi kunjungan Jokowi, Fadli Zon justru mengekor Jokowi dengan melakukan kunjungan ke Tambak Lorok.
"Incognito ke Tambak Lorok, Semarang, siang ini. Memang bukan tengah malam. Ngobrol dg nelayan," tulis Fadli dalam unggahan Twitter miliknya pada Rabu (20/2). Bersama dengan itu, ia membagikan foto dirinya di depan banner Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga saat dirinya tengah mengobrol dengan seorang nelayan.
Incognito ke Tambak Lorok, Semarang, siang ini. Memang bukan tengah malam. Ngobrol dg nelayan. pic.twitter.com/vO8RAX55Px
— Fadli Zon (@fadlizon) 20 Februari 2019
Aksi Fadli Zon ini rupanya mendapatkan serangan balik dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi. Mereka mengakui jika aksi Fadli Zon ini merupakan aksi tiru-tiru Jokowi.
"Fadli Zon kunjungan ke nelayan? Siang hari, tidak malam? Enggak kreatif, nyontoh-nyontoh doang itu," ujar Wakil Direktur Saksi TKN, Lukman Edy di Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu (20/2). "Copy-paste, copy-paste itu."
Kisah kunjungan Jokowi ke Tambak Lorok ini disampaikannya dalam momen Debat Capres kedua pada Minggu (17/2) kemarin. Pada saat itu, Jokowi menyebut melakukan kunjungan tengah malam ke Tambak Lorok berdua bersama dengan supirnya. Namun, Fadli Zon sempat menyebut aksi Jokowi tersebut biasa saja.
"Persoalannya, orang mau datang ke situ terus apa? Ada enggak dampaknya kepada nelayan itu? Apakah nelayan itu menjadi lebih bagus hidupnya dengan kedatangan itu?" ujar Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa 919/2). "Orang kalau cuma mau datang-datang doang sih gampang aja. Saya kira enggak ada yang hebat dari situ."
(wk/silm)