Oscar 2019: Kemenangan 'Green Book' Tuai Kecaman, Pihak Produser Akhirnya Angkat Bicara
20th Century Fox
Film
Piala Oscar 2019

Publik kembali menyoroti kisruh dan kontroversi di balik pembuatan film 'Green Book', hingga cuitan rasis sang penulis.

WowKeren - Kemenangan "Green Book" sebagai Best Picture dalam ajang Oscar 2019 rupanya menimbulkan kontroversi di kalangan publik. Banyak yang menilai bahwa tak seharusnya film tersebut menyabet penghargaan tertinggi dalam ajang Oscar yang dihelat pada Minggu (24/2) malam lalu.

Tak hanya itu, ada pula sejumlah netizen yang kembali mengungkit masalah cuitan penulis "Green Book", Nick Vallelonga, yang dituding menyudutkan kaum Muslim di Amerika Serikat. Kicauan yang telah diunggah sejak tahun 2015 silam ini berisi kalimat yang menuding Muslim di New Jersey bersorak kala kejadian serangan terorisme pada 11 September 2001 terjadi.


"Donald Trump 100% benar. Muslim di Jersey City bersorak ketika menara kembar runtuh. Aku melihatnya, sama seperti kalian, mungkin di berita lokal CBS News," cuit Nick yang membalas kicauan Donald Trump waktu itu.

Usai kabar ini kembali menjadi bahasan hangat di kalangan publik, Nick langsung menghapus akun media sosial miliknya. Namun produser film "La La Land", Jordan Horowitz, kembali mengunggah tangkapan layar dari cuitan kontroversial tersebut sebelum Nick menghapus akunnya.

Selain masalah cuitan tersebut, ada pula yang kembali membahas perihal kontroversi di balik keabsahan adaptasi cerita "Green Book". Seperti yang diketahui, film ini berkisah tentang pianis keturunan Afrika-Amerika bernama Dr. Don Shirley (Mahershala Ali) dan sopir pribadinya yang berkulit putih asal Italia, Tony "Lip" Vallelonga (Viggo Mortensen).

Persahabatan mereka kemudian berlanjut saat keduanya merayakan pesta Natal, dimana Don yang digambarkan jauh dari keluarga kemudian bergabung dengan keluarga Tony. Namun adegan ini justru menimbulkan kritik lantaran disebut tak sesuai dengan versi aslinya.

“Film itu adalah sebuah simfoni kebohongan, bahwa jika Dr. Shirley sebagai terasing dari keluarganya dan terputus dari komunitas kulit hitam adalah salah,” jelas Yvonne Shirley, keponakan Dr. Don Shirley.

Menanggapi kritikan yang seolah tak ada habisnya, akhirnya pihak produser "Green Book" pun angkat suara. "Ya, itu mengecilkan hati, namun kami selalu kembali ke filmnya. Ketika kami memiliki hari yang buruk, kami akan memunculkan filmnya dan kami selalu ingat bahwa kami semua bangga akan film ini, semua dari kami dan seluruh 500 kru yang membantu pengerjaannya," kata produser film tersebut, Jim Burke.

Nick Vallelonga juga ikut angkat suara. Nick yang merupakan anak dari sosok Tony Lip dalam film ini turut menyinggung pesan terakhir dari sosok Don Shirley dan konflik dirinya dengan keluarga sang musisi.

Nick Vallelonga secara gamblang mengaku dirinya bersalah karena tak pernah mengontak keluarga Don Shirley sebelumnya. Namun hal itu ia lakukan karena mengikuti permohonan Don sendiri. "Don Shirley sendiri mengatakan kepadaku untuk tidak berbicara kepada siapa pun," kata Nick seperti dilansir Entertainment Weekly pada Selasa (26/2).

"Dia mengatakan kepada saya kisahnya yang ingin ia ceritakan. Dia melindungi kehidupan pribadinya dan semua yang terkait tentangnya. Dia sosok yang luar biasa," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...