Fadli menyebut program-program Jokowi ini diluncurkan karena elektabilitasi paslon 01 ini tak kunjung naik jelang Pilpres 2019.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 27 Februari 2019 - 10:13 WIB
WowKeren - Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan tiga program terbarunya dalam pidato Konvensi Rakyat pada Minggu (24/2) kemarin. Program tiga kartu baru Jokowi itu terdiri atas Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan juga Kartu Pra Kerja.
Akan tetapi, wacana kartu baru Jokowi ini justru menuai sejumlah kritik. Salah satunya disampaikan oleh Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto, Nizar Zahro. Menurutnya, 3 kartu baru Jokowi tersebut hanya ganti nama dari kebijakan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga turut memberikan kritik pada program Jokowi ini. Menurutnya cara Jokowi itu tak ubahnya seperti jurus mabuk.
Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPR RI juga mengatakan jika kartu Jokowi tersebut sebagai bentuk kepanikan lantaran elektabilitas paslon 01 itu tak kunjung naik. "Ini menurut saya adalah jurus mabuk gitu ya. Jurus mabuk karena elektabilitasnya sudah mangkrak sehingga muncul lagi jurus-jurus ini," terang Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (26/2).
Selain soal program tiga kartu baru Jokowi, Fadli juga mengomentari adanya keputusan THR yang dipercepat oleh pemerintahan Jokowi. "Sudahlah jangan menghina akal sehat kita bahwa ini adalah cara-cara politik untuk memenangkan pilpres dengan menggunakan segala macam resources yang ada," terang Fadli.
Seperti diketahui, Jokowi telah menggelar pidato di acara Konvensi Rakyat bertajuk "Optimis Indonesia Maju" pada Minggu (24/2) kemarin. Pidato kebangsaan Jokowi tersebut dilakukan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor.
Banyak hal yang dibahas Jokowi dalam acara yang disebutnya sebagai Pidato Konvensi itu. Salah satunya mengenai kontroversi kepemilikan lahan oleh calon presiden saingannya, Prabowo Subianto.
Sebelumnya, pembahasan mengenai kepemilikan lahan Prabowo muncul saat debat capres kedua pada Minggu (17/2) yang lalu. Pada saat membahas mengenai pembagian sertifikat tanah yang dilakukan Jokowi, Prabowo balik ditanya soal kepemilikan lahannya di Aceh dan Kalimantan.
(wk/silm)