Program Kartu Baru yang Diungkap Jokowi di Pidato Konvensi Dikritik Hanya Ganti Nama dari SBY
Nasional

Juru bicara BPN menyatakan jika program-program Jokowi sebenarnya sudah ada sejak era Presiden SBY.

WowKeren - Presiden Joko Widodo melakukan pidato di acara Konvensi Rakyat bertajuk "Optimis Indonesia Maju" pada Minggu (24/2) kemarin. Dalam pidatonya, Jokowi membeberkan beberapa hal, termasuk rencananya menerbitkan tiga kartu baru yang menjadi program andalan Jokowi.

Tiga kartu baru yang akan diberikan oleh Jokowi adalah Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan juga Kartu Pra Kerja. Beberapa program disebut Jokowi merupakan pembaruan dari program yang sudah dcetuskan Jokowi sebelumnya. Akan tetapi, program kartu baru Jokowi ini justru mendapatkan kritikan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kritikan disampaikan oleh Juru Bicara BPN, Nizar Zahro. Ia menyebut jika program kartu baru Jokowi itu sudah ada sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nizar menyebut jika program kartu baru Jokowi itu hanya ganti nama saja.


"Tidak ada yang baru, hanya ganti nama," ujar Nizar seperti dilansir Kompas pada Selasa (26/2). "Dan program itu dimulai sejak zaman Pak SBY."

Nizar lantas memberikan beberapa contoh program kartu baru Jokowi yang sudah ada sejak era SBY. Salah satunya mengenai KIP. Menurutnya, sudah ada program yang membantu masyarakat tak mampu untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Nizar menjelaskan jika KIP Jokowi tersebut sudah terealisasi dengan program Bidik Misi.

Selanjutnya, mengenai Kartu Sembako Murah, Nizar juga menyebutkan contoh yang sudah ada sejak era SBY, yakni berupa program beras sejahtera (rastra). "Rastra adalah sebuah program bantuan pangan bersyarat diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia berupa penjualan beras di bawah harga pasar kepada penerima tertentu," terang Nizar.

Membandingkan dengan program yang ditawarkan Prabowo, Nizar menyebut tawaran Jokowi masih kurang konkret. Ia lantas menyebut jika janji Prabowo untuk menurunkan harga listrik dan tersedianya lapangan pekerjaan lebih baik. "Rakyat itu mau listrik 450 watt dan 900 watt yang murah dan disubsidi, lapangan pekerjaan tersedia," pungkas Nizar.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait