Jaksa menjelaskan awal mula Ratna cerita soal dugaan penganiayaan hingga akhirnya mendapat dukungan oleh Prabowo Subianto.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 28 Februari 2019 - 13:18 WIB
WowKeren - Kasus hoaks yang menimpa aktivis sosial Ratna Sarumpaet mulai diungkap. Pada Kamis (28/2), Ratna menjalani sidang perdana kasus yang sempat membuat heboh masyarakat Indonesia ini.
Dalam agenda sidang yang berlangsung hari ini, Jaksa Penuntut Umum membeberkan mengenai kronologi Ratna bertemu dengan Prabowo Subianto dan juga Amien Rais. Diketahui, Ratna mendapatkan pembelaan dari dua tokoh tersebut saat pertama kali mengaku jika dirinya dianiaya oleh beberapa orang yang tak dikenal.
Ratna pada mulanya datang ke lapangan Polo Nusantara Hambalang, Bogor untuk menemui salah satu Wakil Ketua Umum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo, Nanik Sudaryati. Ratna datang menemui Nanik sekitar pukul 14.00 WIB pada 2 Oktober 2018. Di sana, ia menceritakan mengenai karangan soal peristiwa penganiayaan yang diterimanya.
Menurut keterangan jaksa, Ratna diketahui bercerita sambil menangis. Iapun meminta agar Nanik memastikan sendiri lebam dan bengkak di pipinya. "Dan meminta Nanik Sudaryati meraba pipinya yang lebam dan bengkak dibalut perban serta mengatakan giginya lepas. Terdakwa juga menceritakan kronologi penganiayaannya pada saat di Bandung," terang Jaksa dalam persidangan pada Kamis (28/2).
Setelah bertemu dengan Nanik, Ratna lantas lanjut bertemu dengan Prabowo pada pukul 15.00 WIB. Dalam pertemuan itu, hadir pula para anggota kubu Prabowo, yakni Amien Rais, Fadli Zon, Said Iqbal, dan juga Nanik sendiri.
"Pada pertemuan tersebut, Nanik Sudaryati menceritakan kembali kronologi yang dialami terdakwa kepada Prabowo Subianto, Amien Rais, Said Iqbal, Fadli Zon, dan Sugiono," sambung Jaksa. "Atas cerita Nanik tersebut, terdakwa diam tidak memberikan tanggapan."
Dalam pertemuan tersebut, Nanik lantas meminta izin untuk mengambil foto Ratna dengan wajahnya yang lebam. Selanjutnya, Nanik mengunggahnya ke dalam akun Facebook berserta penjelasan mengenai dugaan penganiayaan Ratna.
Setelah itu, diketahui Prabowo, Amien, dan juga beberapa pendukungnya menggelar jumpa pers. Mereka meminta pemerintah mengusut tuntas dugaan penganiayaan yang diterima Ratna. Akan tetapi, beberapa waktu berselang hingga menimbulkan sejumlah kericuhan, Ratna akhirnya mengakui jika dirinya berbohong.
Ratna menjelaskan jika lebam dan bengkak di wajahnya adalah akibat operasi sedot lemak. Masyarakat sendiri menjuluki Ratna sebagai Ratu Hoaks lantaran sudah membuat gaduh dengan kebohongannya.
(wk/silm)