Dituding Ikut-Ikutan, Sandiaga Uno Akui Belajar Soal Wisata Halal dari Ma'ruf Amin
Instagram/sandiuno
Nasional

Sandi mengakui bahwa dirinya memang banyak belajar dari Ma'ruf selaku pakar ekonomi syariah.

WowKeren - Wacana wisata halal di Bali yang digagas oleh Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, tengah ramai diperbincangkan. Sempat diprotes oleh beberapa pengusaha wisata di Bali, wacana tersebut juga dituding mengekor Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin.

Menanggapi hal tersebut, Sandi pun buka suara. Tanpa membantah, Sandi justru mengakui bahwa dirinya memang banyak belajar dari Ma'ruf selaku pakar ekonomi syariah.

"Beliau (Ma'ruf Amin) adalah seorang tokoh ekonomi syariah dan panutan kita semua," tutur Sandi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (1/3) sore. "Saya belajar banyak dari beliau. Justru konsep-konsep ekonomi syariah dan pariwisata halal, Kiai Ma'ruf yang mengajarkan kita semua."

Tak hanya itu, Sandi juga mengaku pernah bergabung dalam komunitas ekonomi syariah. Dalam komunitas tersebut, Ma'ruf berperan sebagai dewan penasihat.


Sandi pun menjelaskan bahwa pariwisata halal sesuai dengan tuntutan pasar menjadi salah satu program yang dikedepankan komunitas tersebut. Menurut Sandi, berbagai negara di dunia telah mengembangkan wisata halal.

Mulai dari Thailand, Jepang, hingga Korea, wisata halal tengah menjadi bidang yang memiliki potensi besar. Pasalnya, wisata halal merupakan tambahan layanan yang dibutuhkan pasar.

"Bali akan tetap menjadi Bali karena merupakan karunia dari Tuhan untuk Indonesia dan harus dipertahankan," tegas Sandi. "Namun untuk masyarakat yang ingin wisata dengan servis tambahan layanan halal perlu dipertimbangkan."

Sebelumnya, Ma'ruf menuturkan bahwa wacana pengembangan wisata halal tersebut sudah diusulkannya sejak 20-30 tahun lalu. Sehingga, Ma'ruf menilai bahwa Sandi hanya mengikuti idenya saja.

Ini bukan yang pertama kalinya ide Sandi dimentahkan oleh Ma'ruf. Ketua Majelis Ulama Indonesia nonaktif itu juga pernah menyebut wacana Sandi untuk membuat Indonesia menjadi pusat ekonomi halal dunia sudah terlambat.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait