Tolak Jadi Ketum PPP Gantikan Rommy, Khofifah: Ingin Fokus Jadi Pelayan Masyarakat Jatim Titik!
Nasional

Seperti diketahui, Khofifah baru saja resmi menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur pada 13 Februari 2019 lalu.

WowKeren - Posisi Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih kosong usai pemegang jabatan sebelumnya, Muhammad Romahurmuziy, resmi jadi tersangka KPK. Romahurmuziy alias Rommy diketahui terkena OTT KPK pada Jumat (15/3) yang lalu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, PPP resmi melepas jabatan Ketum PPP yang diemban Rommy. Untuk itu, partai berlambang Kabah tersebut akan segera menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) untuk mencari Ketum yang baru.


Sejumlah nama kandidat Ketum baru PPP bermunculan. Salah satunya adalah Khofifah Indar Parawansa. Akan tetapi, Khofifah diketahui sudah menolak usulan untuk menjadikannya Ketum PPP usai Rommy dipecat.

Khofifah menegaskan jika dirinya saat ini hanya akan fokus untuk melayani masyarakat Jawa Timur. Seperti diketahui, ia bersama dengan Emil Dardak baru saja dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada 13 Februari yang lalu. "Aku ingin fokus jadi pelayan masyarakat Jawa Timur, titik," ucap Khofifah di Surabaya pada Selasa (19/3) kemarin.

Menolaknya Khofifah membuat persaingan calon Ketua Umum PPP semakin kecil. Ketua DPW PPP, Jatim Musyafa Noer, menjelaskan akan mengajukan nama Suharso Monoarfa yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai Plt Ketum PPP.

"Alternatifnya bu Khofifah. Yang akan saya ajukan itu internalnya Pak Suharso, eksternal Bu Khofifah. Masing-masing punya kelebihan untuk bisa membangkitkan semangat kembali PPP," terang Musyafa seperti dilansir Detik pada Rabu (20/3). "Tapi kalau sudah Bu Khofifah seperti itu (tidak mau) kan ya alternatif yang lain, ada internal Pak Suharso."

Menurut Musyafa, Suharso sudah layak menggantikan Rommy. Apalagi, namanya juga sudah mendapatkan rekomendasi dari Kiai Maimun.

Sebelumnya, Rommy resmi ditetapkan sebagai tersangka KPK atas kasus dugaan korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama. Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPR tersebut diduga menerima suap dan ditangkap bersama dua pejabat Kemenag lainnya. Ketiganya ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Hotel Bumi Surabaya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...