KNKT Benarkan Ada Pilot Ketiga di Penerbangan Lion Air PK-LQP Rute Denpasar-Jakarta
Nasional
Penemuan Black Box CVR Lion Air,Lion Air Jakarta-Pangkal Pinang Hilang Kontak,Fakta Baru Tragedi Lion Air JT610 Jatuh

Sosok pilot ketiga disebut-sebut menjadi penyelamat di penerbangan rute Denpasar-Jakarta, sehari sebelum pesawat mengalami kecelakaan.

WowKeren - Sebelum jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu, pesawat Lion Air PK-LQP sempat terbang untuk melayani rute Denpasar-Jakarta beberapa jam sebelumnya. Rupanya, gangguan sudah sempat terjadi pada penerbangan tersebut. Beruntung, ada pilot ketiga yang disebut-sebut sebagai penyelamat kala itu.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membenarkan hal ini. Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa dalam penerbangan JT 043 dengan rute Denpasar-Jakarta, memang ada seorang pilot lain yang berada di kokpit. Ia juga membenarkan bahwa dalam penerbangan tersebut pesawat juga sempat mengalami gangguan.


"Pada penerbangan JT 043 dari Denpasar ke Jakarta yang mengalami gangguan setelah digantinya Angle of Attack sensor," kata Soerjanto di Kantor KNKT, Jl Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Kamis (21/3). "KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di kokpit pada penerbangan itu."

Pilot tersebut juga telah diwawancarai oleh KNKT. Sayangnya, apa yang dibicarakan dalam wawancara tersebut tidak bisa dipublikasikan karena alasan peraturan. Namun yang jelas, Soerjanto mengatakan bahwa pilot tersebut memiliki kecakapan untuk menerbangkan Boeing 737 MAX 8.

"Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta," jelas Soerjanto. "Pilot ini memiliki kualifikasi sebagai pilot 8737-8 (MAX)."

Pilot tersebut mampu mendiagnosis gangguan yang terjadi saat pesawat sedang mengudara. Ia mampu memberikan diagnosis yang tepat terkait gangguan tersebut.

Pilot tersebut lantas menonaktifkan sistem kontrol penerbangan dan segera meminta kru untuk memutuskan arus listrik ke motor yang menggerakkan hidung pesawat ke bawah. Alhasil, pesawat pun bisa mendarat dengan selamat di Jakarta.

Ternyata masalah yang sama terjadi keesokan harinya saat pesawat tersebut bertolak ke Pangkalpinang. Akibatnya, pesawat jatuh di Laut Jawa dan menewaskan seluruh kru dan penumpang.

Kecelakaan yang terjadi di Karawang tersebut, sayangnya harus kembali terulang pada Ethiopian Airlines belum lama ini yang menggunakan armada serupa. Untuk tidak mengulangi risiko kecelakaan yang sama, Indonesia akhirnya memutuskan untuk menangguhkan Boeing 737 MAX 8 dari peredaran.

You can share this post!

Related Posts
Loading...