Menurut Sandi, Prabowo ingin menyampaikan permasalahan yang sangat serius. Persoalan pertahanan Indonesia harusnya dipikirkan bersama, bukan ditertawakan.
- Bertilia Puteri
- Senin, 01 April 2019 - 10:45 WIB
WowKeren - Dalam debat Pilpres keempat yang digelar pada Sabtu (30/3) kemarin, Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto sempat menegur audiens yang tertawa kala mereka membahas pertahanan Indonesia. Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno pun memberikan penjelasan mengenai sikap sang Capres.
Menurut Sandi, Prabowo ingin menyampaikan permasalahan yang sangat serius. Dan ia pun merasa prihatin isu serius seperti pertahanan negara malah ditertawakan.
"Menurut saya, kita ingin sampaikan bahwa kita tidak bisa meremehkan masalah kita dipermalukan oleh negara lain. Dan itu sudah saya dengar," jelas Sandi di Rumah Siap Kerja, Sabtu. "Kita seharusnya mengambil satu sikap yang prihatin bukan malah menertawakan, bagi saya itu jelas."
Tak hanya itu, Sandi juga menuturkan bahwa Prabowo ingin mengingatkan agar Indonesia bisa dihormati oleh negara lain. Oleh sebab itu, persoalan pertahanan Indonesia harus dipikirkan bersama, bukannya ditertawakan.
"Dan Pak Prabowo ingin mengingatkan ini bukan suatu hal yang perlu ditertawakan, tapi yang perlu kita pikirkan bersama," tutur Sandi. "Dan saya beruntung tadi Pak Prabowo, The Real Prabowo, menunjukkan bahwa ini menjadi kerisauan kita. Bukan untuk bahan tertawaan."
Bagi Sandi, pernyataan Prabowo soal kedaulatan dan kehormatan bangsa merupakan hal yang sangat serius. Pasalnya, apabila tidak disegani, Indonesia bisa ditertawakan.
"Itu yang jadi catatan utama yang ingin kita sampaikan ke masyarakat bahwa masalah kedaulatan, masalah kehormatan bangsa kita masalah kedigdayaan bangsa kita itu harus kita pertahankan," jelas Sandi. "Kita harus disegani harus dihormati. Kalau kita enggak dihormati dan disegani, kita ditertawakan. Ini hal yang serius. Sesuatu hal ini adalah sesuatu hal yang serius."
Tak hanya itu, Sandi juga menyinggung soal jumlah audiens yang hadir dalam arena debat. Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini, jumlah audiens seharusnya dibatasi.
"Tapi banyak dari audiens ketawa, makanya saya bilang jangan terlalu undang orang dalam acara debat, akhirnya jadi konyol begitu," jelas Sandi. "Saya selalu bilang batasi 50, Kenapa? Saya ingin kekonyolan itu enggak terulang lagi. Masa bangsa kita mengetawai sebuah subjek yang menurut saya sangat serius itu masalah kehormatan bangsa kita."
(wk/Bert)