Surat SBY terkait kritikan terhadap kampanye akbar Prabowo Subianto menjadi viral. SBY membahas tentang ketidaklaziman kampanye akbar paslon 02 yang dinilai tak mencerminkan persatuan.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 08 April 2019 - 15:35 WIB
WowKeren - Mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono disebut melayangkan kritikan atas kampanye akbar yang digelar Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Demokrat tersebut menyampaikan kritik lewat sebuat surat yang ditujukan kepada tiga petinggi Partai Demokrat, yakni Ketua Wanhor PD Amir Syamsuddin, Waketum PD Syarief Hasan, dan Sekjen PD Hinca Panjaitan.
Dalam surat tersebut, SBY menilai kampanye yang dilakukan Prabowo pada Minggu (7/4) kemarin bersifat eksklusif. Untuk itu, ia meminta baik kepada Prabowo maupun Joko Widodo untuk membuat kampanye yang mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan.
Sementara itu, kritikan SBY tersebut mendapatkan tanggapan dari Mahfud MD. Pakar hukum dan tata negara tersebut meminta kepada Prabowo dan juga seluruh anggotanya untuk memerhatikan saran yang diberikan oleh mantan Presiden Indonesia keenam tersebut.
Mahfud menyebut jika saran SBY yang dinilai sudah berpengalaman mengelola Indonesia perlu diperhatikan. Ia juga memberikan komentar mengenai adanya agenda salat Subuh dan Tahajud bersama.
"Saya sudah membaca ( surat SBY) dan perlu memperhatikan nasihat dari orang memiliki banyak pengalaman mengelola Indonesia serta kecintaannya terhadap negara ini tak diragukan lagi," terang Mahfud MD seperti dilansir Kompas pada Senin (8/4). "Mungkin itu dianggap terlalu eksklusif. Lalu bagaimana yang tidak Subuh dan Tahajud, mungkin, tetapi ya kita dengarkan nasihat sebagai orang tua dan mantan presiden. Itu boleh."
Kabar mengenai adanya surat SBY terkait kampanye akbar Prabowo di Gelora Bung Karno tersebut sudah dibenarkan oleh Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean. Menurut Ferdinand, surat dari SBY telah disampaikan, sehingga saran yang terkandung di dalamnya telah dilaksanakan pada kampanye akbar Prabowo-Sandi.
"Menyampaikan karena Pak SBY dapat laporan terkait dengan rundown acara bahwa seolah-olah cara itu terdesain seperti milik umat Islam saja, atau bahkan diidentikkan dengan khilafah ya," jelas Ferdinand dilansir CNNIndonesia.com pada Senin (8/4). "Saran SBY pun diterima. Tadi (dalam kampanye akbar) ada dari pendeta dan berbagai agama."
(wk/silm)