Respons Mahfud MD Soal Media Asing yang Lakukan Investigasi Tragedi Kanjuruhan
Instagram/mohmahfudmd
Nasional
Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa turut menjadi sorotan media asing. Tidak hanya itu, bahkan disebut ada media asing yang turut melakukan investigasi terhadap tragedi maut itu.

WowKeren - Insiden kerusuhan beberapa waktu lalu di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, berujung pada tewasnya ratusan korban jiwa. Hal ini lalu disoroti publik, tak terkecuali media asing. Bahkan media asing disebut juga ada yang melakukan investigasi mengenai tragedi Kanjuruhan.

Mengenai hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan tanggapannya. Mahfud yang juga merupakan Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan itu lantas mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut.

"Ya biar saja, ndak apa-apa, bagus, kita ndak melarang," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/10).

Mahfud kemudian menerangkan bahwa laporan investigasi dari media asing juga bisa dilihat dan dicocokkan dengan investigasi berbagai instansi. Ia menyampaikan bahwa masyarakat bisa menilai laporan tersebut. "Nanti kita cocokkan mana yang paling rasional, mana yang paling faktual," terang Mahfud.


Sebelumnya, diketahui bahwa salah satu media asing ternama asal Amerika Serikat yakni New York Times menyebut bahwa kepolisian Indonesia sangat termiliterisasi dan kurang terlatih dalam pengendalian massa menurut para ahli. Selain itu, menurut mereka, kepolisian Indonesia juga nyaris tidak pernah dimintai pertanggungjawaban atas kesalahan langkah dalam berbagai kasus.

Kritikan dari New York Times itu lantas ditanggapi oleh pihak Mabes Polri. Irjen Pol Dedi Prasetyo selaku Kepala Divisi Humas Polri mengatakan bahwa pihak Polri melakukan analisa dan evaluasi secara rutin terhadap setiap kejadian yang menyangkut keamanan melibatkan massa, termasuk juga tragedi Stadion Kanjuruhan.

Di samping itu, Presiden Joko Widodo juga turut menyoroti tragedi Kanjuruhan itu. Jokowi bahkan diketahui juga telah menghubungi Gianni Infantio selaku Presiden FIFA usai terjadinya tragedi maut di Stadion Kanjuruhan itu.

Jokowi menyebut dalam pembicaraannya dengan Gianni Infantio melalui saluran telepon itu Presiden FIFA tersebut turut menawarkan bantuan untuk memperbaiki tata kelola sepak bola di Tanah Air. Selain itu, Jokowi juga menegaskan mengenai perbaikan di segala lini, mulai dari manajemen pertandingan, lapangan, sampai pengelolaan stadion.

(wk/tiar)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait