Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin meminta agar Waketum Gerindra Arief Poyuono tak mengaitkan kasus yang menjerat Bowo Sidik dengan politik.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 12 April 2019 - 10:59 WIB
WowKeren - Kasus suap yang menyangkut anggota DPR Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso, tengah ramai diperbincangkan. Pasalnya, Bowo melalui pengacaranya, Saut Edward Rajagukguk, menyebut bahwa uang Rp 8 miliar yang disita KPK dalam OTT diduga berasal dari seorang Menteri di kabinet kerja Joko Widodo.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, pun segera merespon. Poyuono menyindir Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi karena merasa sempat difitnah kala awal melempar isu Menteri di kasus Bowo.
Usai mendapatkan sindiran tersebut, TKN pun angkat bicara. Timses kubu petahana tersebut meminta agar Poyuono tak mengaitkan kasus Bowo dengan politik. Menurut TKN, sisa hari kampanye lebih baik digunakan untuk kampanye program dibanding fitnah.
"TKN mengutuk Bowo, tapi serahkan saja ke kasus hukum dan jangan menimbulkan sesuatu yang aneh apalagi fitnah," ungkap Wakil Sekretaris TKN, Raja Juli Antoni, Kamis (11/4) malam. "Dua hari lagi sisa kampanye gunakan. Mari gunakan yang lebih positif tentang program dibanding fitnah."
Raja Juli berharap kedua timses tidak saling mengadu domba. Kasus Bowo sendiri merupakan murni masalah hukum. Sehingga, Poyuono diminta untuk tidak berpikir konspiratif.
"Saya kira di akhir kampanye ini, ada baiknya semua tim sukses berbicara positif tidak mengadu domba," jelas Raja Juli. "Tidak berpikir konspiratif."
Sebelumnya, Poyuono menyatakan bahwa sedari awal dirinya sudah mengetahui adanya keterlibatan Menteri dalam kasus Bowo Sidik. Namun, Poyuono mengaku dirinya malah disebut hoaks.
"Lah kan dari awal sudah saya katakan kalau Mas Bowo Pangarso itu hanyalah disuruh sama Menteri," ujar Poyuono, Kamis. "Nah, siapa yang tukang hoaks, saya apa TKN yang coba ngeles dalam kasus amplop putih cap jempol."
Sebelum menyeret Menteri di kabinet kerja Jokowi, Bowo sendiri sempat menyebut dirinya diminta oleh Nusron Wahid dan Partai Golkar untuk menyiapkan amplop "serangan fajar". 400 ribu amplop tersebut disita KPK dalam OTT.
Tak hanya itu, Bowo mengaku bahwa partainya merupakan pendukung paslon 01. "Yang jelas partai kami dukung 01," tutur Bowo kala ditanya tentang keterkaitan amplop tersebut untuk Pilpres atau Pileg, Selasa (9/4).
(wk/Bert)