Sebelumnya, Mahfud MD sempat diprotes oleh Fadli Zon terkait pernyataannya yang menyebut bahwa basis daerah Prabowo menang adalah tempat-tempat yang dulunya memiliki sejarah garis keras.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 30 April 2019 - 15:16 WIB
WowKeren - Pernyataan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD yang menyebut bahwa Capres 02 Prabowo Subianto memperoleh lebih banyak suara di provinsi yang merupakan garis keras berbuntut panjang. Kontroversi pernyataan Mahfud hingga kini masih menjadi perbincangan panas.
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon meminta agar Mahfud kembali belajar sejarah Indonesia. Sebab, apa yang dikatakannya itu justru mampu mengorek luka lama.
Sementara tu, seorang Sejarawan asal Universitas Padjajaran Widyonugrahanto memberikan pembelaan pada Mahfud, Menurutnya, ungkapan garis keras yang dikatakan Mahfud sama sekali berbeda dengan artian radikal. Garis keras di sini maksudnya, adalah daerah yang mendapat pengaruh Islam kuat dalam kehidupan sosial dan budaya.
"Maksud pak Mahfud itu bukan garis keras dalam artian radikal," tutur Anto dilansir dari CNN Indonesia, Selasa (30/4). "Maksudnya adalah daerah yang memiliki pengaruh Islam yang sangat kuat dalam kehidupan sosial budayanya. Daerah-daerah itu memang kuat keislamannya."
Anto kemudian memberi contoh Aceh yang notabene menjadi lokasi dimana kerajaan Islam di Indonesia pertama kali berdiri. Bahkan hampiri seluruh kerajaan yang pernah ada di wilayah Aceh bercorak Islam. Sehingga tak heran jika nilai-nilai keislaman melekat di dalam masyarakat hingga membentuk pondasi peradaban dengan pengaruh Islam yang sangat kuat.
Begitu juga dengan Sumatera Barat. Tak sedikit pahlawan nasional kelompok Padri yang menyiarkan Islam berasal dari provinsi ini. Corak Islam di sini, dikatakan Anto lebih cenderung ke Islam wahabi daripada Islam tradisional sehingga tak heran jika Muhammadiyah lebih mudah diterima di sana daripada NU.
"Keislamannya jadi lebih condong mirip wahabi daripada Islam Tradisional (aswaja)," tutur Anto. "Sehingga lebih cocok atau lebih bisa diterima Muhammadiyah di sana daripada NU."
Sama halnya dengan Jawa Barat, di mana pengaruh Islam sangat kuat di sini. Begitu pula dengan Madura. "Sehingga pengaruh Islam sangat kuat menjadi pondasi peradaban masyarakatnya. Sebetulnya daerah asal pak Mahfud (Madura) juga daerah keras itu pengaruh Islam-nya," jelas Anto.
(wk/zodi)