Mantan Kepala BIN Minta Keturunan Arab Tak Jadi Provokator, Fadli Zon: Rasialisme Sangat Berbahaya
Instagram/fadlizon
Nasional

Menurut Fadli, pernyataan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud Hendropriyono, dapat memecah belah karena mengandung bibit rasialisme yang berbahaya.

WowKeren - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Abdullah Mahmud Hendropriyono, mengingatkan agar para warga negara Indonesia (WNI) keturunan Arab tidak menjadi provokator gerakan negatif di masyarakat. Pasalnya, masyarakat cenderung akan mengikuti apa saja yang dikatakan oleh tokoh yang dikagumi, salah satunya tokoh keturunan Arab.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pun memberikan tanggapannya. Menurut Fadli, pernyataan Hendropriyono dapat memecah belah karena mengandung bibit rasialisme yang berbahaya.

"Jangan hanya karena perbedaan pendapat kemudian menyudutkan, bahkan cenderung rasialis," tutur Fadli di Senayan pada Selasa (7/5). "Rasialisme, saya kira, kita tahu sangat berbahaya."

Selain itu, Fadli juga menjelaskan bahwa WNI keturunan Arab jumlahnya sangat banyak. Para keturunan Arab tersebut, tutur Fadli, juga ikut berjuang demi merebut kemerdekaan Indonesia.


"Kita juga bicara keturunan Arab yang jumlahnya jutaan. Mereka, setahu saya, keturunan Arab di Indonesia, itu luar biasa kontribusinya bagi kemerdekaan bangsa kita," jelas Fadli. "Hampir 100 persen ketika kita berjuang kemerdekaan, mereka mendukung. Jadi mereka punya saham di RI juga."

Dalam pernyatannya, Hendropriyono juga sempat menyebut nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq. Fadli pun tak terima.

"Setahu saya yang pernah menemui Habib Rizieq di Arab adalah kepala BIN, Kapolri, dan banyak tokoh nasional lain. Mereka kan mengenal. Pernah kok datang bertemu, yang saya tahu," ungkap Fadli. "Jadi, kalau Habib Rizieq bersikap berbeda, langsung mereka menanggapi dengan tidak objektif. Saya kira menanggapi itu dengan objektif."

Di sisi lain, pernyataan Hendropriyono juga sudah ditanggapi oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. Senada dengan Fadli, Fahri juga menilai bahwa pernyataan Hendropriyono bersifat rasialisme.

"Saya sedih, karena orang tua, senior seperti beliau tidak seharusnya dia membuat pernyataan yang bernuansa rasialisme," tegas Fahri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, (7/5). "Itu sebenarnya ada deliknya itu. Undang-undang anti diskriminasi ras dan etnis."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait