Keputusan Kartika Putri untuk melakukan pemeriksaan di Singapura bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia mengaku sempat trauma dengan cara penyampaian petugas medis di Indonesia.
- Annisa Rahmaniyah Afifah
- Rabu, 15 Mei 2019 - 13:50 WIB
WowKeren - Kartika Putri agaknya sudah tak sabar melihat perkembangan calon buah hati pertamanya bersama sang suami, Habib Usman Bin Yahya. Meski kandungannya baru menginjak usia empat bulan, wanita yang akrab disapa Karput itu sangat antusias menanti kelahiran.
Karput bahkan rela terbang ke Singapura untuk memeriksakan kandungannya. Rencananya, ia akan melakukan pemeriksaan kromosom untuk mengetahui bagaimanakah kondisi janin dan juga jenis kelamin anak pertamanya.
"Aku ke Singapura buat cek kromosomnya gimana. Karena sekarang kan sudah bisa ketahuan, naudzubillahiminzalik kalau ada misalnya kayak down syndrom, atau ada penyakit- penyakit lainnya," ungkap Karput saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/5). "Jadi dari lahir kita sudah deteksi."
Sebagai calon ibu, Karput mengaku ingin memberikan treatment terbaik untuk calon bayinya. Apalagi, kehamilan kali ini adalah pengalaman pertama bagi Karput.
"Kebetulan NIPT lebih akurasi juga buat jenis kelaminnya. Katanya lebih canggih dari USG kan, karena dari kromosom-kromosomnya langsung," tutur Karput. "Jadi ya sudah deh, NIPT."
Keputusan Karput untuk melakukan pemeriksaan di Singapura pun bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia mengaku sempat trauma dengan cara penyampaian petugas medis di Indonesia yang kadang membuatnya down.
"Di Indonesia percuma, karena dikirim ke Singapura juga. Jadi kenapa enggak langsung ke Singapura dan belum nemuin referensi rumah sakit yang tepat banget, ada saja minusnya," tutur Karput. "Kalau di sana lebih masuk saja, kalau di Indonesia kurang saja, ada saja kayak cara penyampaiannya kurang, kadang suka bikin down dan panik."
Karput mengatakan jika dirinya sudah cukup merasakan pengalaman yang kurang menyenangkan pasca periksa di sebuah rumah sakit di Indonesia. Bahkan, ia sempat mengalami stres selama dua bulan.
"Buat aku ini anak pertama dan belum ada pengalaman. Aku sempet stress 2 bulan, aku enggak ketemu siapa-siapa 2 minggu, kerjanya nangis doang. Jadi harus mikirin anak-anak juga, suami juga," kata Karput. "Di satu sisi harusnya ada pihak-pihak yang men-support tapi malah bikin aku down. Jadi ada trauma sendiri dan bilang sama suami mau lahiran di sana."
(wk/anni)