Mukena keluaran produksi Syahrini yang dibanderol harga Rp3,5 juta dikabarkan telah terjual lima ribu biji hingga membuat istri Reino Barack itu disentil Ditjen Pajak.
- Intan Novela Setya Monikasari
- Sabtu, 01 Juni 2019 - 10:02 WIB
WowKeren - Sosok Syahrini memang tak pernah luput dari sorotan netter maupun awak media. Apalagi ketika di momen Ramadan ini, istri Reino Barack tersebut mengeluarkan produk muke yang dibanderol dengan harga fantastis.
Mukena produksi Syahrini tersebut memiliki tiga warna, yaitu merah muda, cokelat muda serta putih. Memiliki pin SYR yang terbuat dari emas 24 karat dan dihiasi berlian Swarovski, tidak heran jika mukena tersebut dijual seharga Rp3,5 juta.
Meski terkesan mahal, namun Syahrini mengaku jika mukena keluarannya itu telah terjual sebanyak lima ribu biji. Hal itu sempat membuat netter penasaran akan sosok siapa yang membeli mukena mewah nan mahal tersebut.
Belum lama ini, Syahrini mengungkapkan sosok pelanggan yang memborong mukenanya tersebut melalui InstaStory. Pelanggan itu merupakan pemilik akun @runny_as23, yang mengunggah foto mengenakan produk mukena Syahrini warna cokelat muda.
Ia mengaku menyukai mukena alas Syahrini. "Suka banget mukenanya Incess @princessyahrini @syh55 mantap dimuka dan rambut aman," tulisanya sebagai keterangan unggahan foto.
Pelantun "Restu" ini kemudian mengunggah ulang ke InstaStory pribadinya. Dalam InstaStory itu, Syahrini menyebut pelanggannya itu sebagai sosok yang memborong mukenanya. Kakak Aisyahrani ini bahkan memuji si pelanggan dan mengucapkan terimakasih.
"Masya Allah cantiknya bidadari surga," tulis Syahrini. "Trimakasih Sudah Memborong mukena Indah Incess Sayangku."
Sementara itu, kesuksesan Syahrini yang mampu menjual mukena mahal dalam jumlah besar tersebut tak luput dari perhatian Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak. Melalui akun resmi di Twitter, Ditjen Pajak membuat perhitungan mengenai keuntungan yang diperoleh Syahrini hingga pajak yang harus dibayar oleh pelantun "Sesuatu" itu.
Namun, mantan Ketua DPR RI, Marzuki Ali ikut menanggapi perihal sentilan Ditjen Pajak tersebut untuk Syahrini. Menurut Marzuki, Syahrini bukanlah produsesn sehingga tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Melalui cuitan di Twitter pribadinya, ia menyebut jika Syahrini telah dikenakan PPN saat membeli mukena dari produsennya langsung.
"Syahrini bukan produsen dan bukan PKP, artinya saat beli produsen sdh dikenalan PPN. syahrini tidak mungut PPN walaupun mukena adalah objek PPN," cuitan Marzuki. "Kalau mata rantai PPN tidak terputus, artinya nilai PPN itu bisa lebih besar dari 10%. Misal jual ke Pemerintah, pasti hrs PKP, pdhal dia beli dari Non PKP, shg tdk ada PPN masukan."
(wk/inta)