Ada cerita pilu dibalik kain batik yang menutupi jenazah Ani Yudhoyono. Annisa Pohan pun seolah masih tidak merelakan kepergian sang ibu mertua. Ia kini merindukannya.
- Diah Candra Trisanti
- Minggu, 02 Juni 2019 - 13:35 WIB
WowKeren - Rasa duka mendalam masih dirasakan Annisa Pohan atas kepergian sang ibu mertua, Ani Yudhoyono. Annisa masih merasa bersalah lantaran tidak maksimal merawat wanita yang akrab dipanggil Memo itu.
Pengakuan itu disampaikan Annisa lewat akun Instagram miliknya pada Minggu (2/6). Awalnya, Annisa menceritakan kondisi Memo yang sempat membaik.
"15 Mei 2019. Disini Memo dalam kondisi yang paling baik dari 4 bulan di Rumah sakit, karena hasil darahnya cukup bagus untuk keesokan harinya diperbolehkan keluar kamar sebentar untuk menghirup udara segar," tulis Annisa seraya mengunggah video mendiang Ani. "walaupun malam-malam Memo semangat exercise sehingga dapat semakin kuat untuk jalan. terlihat mukanya sangat bahagia karena tidak sabar menyambut besok."
Namun siapa sangka, kondisi mendiang Ani malah drop. Annisa merasa masih belum maksimal merawat mendiang Ani. Ia meminta maaf kepada almarhumah jika ada perkataan dan perilaku yang menyakiti hati.
"Tidak menyangka tidak lama setelah itu kembali drop kondisinya. Ya Allah maafkan hamba kalau selama menjadi menantu Memo perilaku dan perkataan saya menyakiti hati Memo," lanjut Annisa. "Memo maafkan Annisa, Annisa merasa belum maksimal dalam merawat Memo, seharusnya Annisa bisa lebih baik lagi.."
Sementara itu, Annisa mengakui jika mendiang Ani sudah menyiapkan kain batik Lebaran untuk tahun ini. Annisa mengenang momen saat ia memakai busana senada dengan istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
"Sudah menjadi tradisi keluarga Yudhoyono, di setiap hari-hari khusus seperti peringataan hari ulang tahun Kemerdekaan 17 Agustus, Lebaran, serta special event-event keluarga kami, Memo selalu pilihkan kain Tradisional yang akan kami pakai dan khusus utk perempuan dipilihkan kain kebayanya," kenang Annisa. "Tidak pernah absen Memo pesankan khusus sehingga di acara yang khusus kami sekeluarga juga tampil special dan kompak dengan busana asli Indonesia."
"Memo sudah pesankan jauh hari sblm beliau sakit," lanjut Annisa. "Dan kain batiknya baru saja jadi dan akan segeta kami jahit untuk nanti berlebaran di Singapore."
Namun kini, kain batik Lebaran itu kini digunakan sebagai penutup jenazah. Hal ini diungkap oleh istri Komjen Putut Eko Bayuseno, Coreta Putut Eko Bayuseno di Instagram.
"Kain batik yg menutupi jasad ibu @aniyudhoyono adalah kain seragam yg akan di pakai keluarga saat lebaran nanti," tulis Coreta. "Tapi tidak sempat beliau mengenakannya????????????????Allah lebih sayang memo."
Ucapan belasungkawa hingga kini masih membanjiri akun media sosial Annisa dan keluarga SBY lainnya. Doa terbaik terus ditujukan untuk mendiang Ani.
Sementara itu, lewat unggahan Instagram Story miliknya, Annisa seolah masih tidak merelakan mendiang Ani pergi. Ia mengaku sudah begitu merindukan sang ibu mertua.
"I miss you Memo @aniyudhoyono," tulis Annisa seraya mengunggah foto lawas bersama mendiang Ani di rumah sakit. "I love you Memo."
(wk/diah)