Datang Jam 8 Pagi, Istri Ridwan Kamil Rela Antre Daftarkan Putrinya ke SMA Negeri
Instagram/ataliapr
Nasional

Istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya, rela menunggu antrean selama berjam-jam sejak pagi untuk bisa mendaftarkan anaknya ke SMA Negeri 3 Bandung.

WowKeren - Animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putri mereka ke sekolah negeri memang bisa dibilang cukup tinggi. Selain karena biaya pendidikan yang jauh lebih terjangkau, kualitasnya juga tak kalah dengan swasta. Tak heran jika persaingan untuk bisa diterima di sekolah milik pemerintah juga pada umumnya lebih ketat dibanding swasta.

Bahkan, istri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Atalia Praratya, rela mengantre selama berjam-jam untuk bisa mendaftarkan putri bungsunya ke sekolah negeri. Atalia mengaku datang sejak pukul 08.00 WIB. Meski masih pagi, ia sudah mendapat nomor antrean 197.


"Enggak apa-apa (menunggu) demi anak mah. Luar biasa karena memang animo masyarakat terkait sekolah-sekolah negeri luar biasa tinggi," kata Atalia dilansir dari Kompas, Selasa (18/6). "Jadi saya juga memantau SMA 2 dan lain-lain begitu ngantre. Dan hari ini alhamdulillah Zahra dapat nomor antrean 197 dari pagi sampai sekarang baru nomor 75-an. Jadi, lama."

Atalia mendaftarkan putrinya ke SMA 3 Bandung dengan mengambil jalur perpindahan orang tua yang memiliki kuota sebanyak 17 kursi. Semenjak suaminya dilantik, ia dan keluarganya telah pindah ke Pakuan sejak hampir enam bulan yang lalu.

"Karena semenjak Kang Emil dilantik, kami sudah memutuskan untuk pindah," tutur Atalia. "Jadi, hampir 6 bulan lebih pindah ke Pakuan. Kami akan mencoba jalur mutasi."

Atalia menyadari jika kuota yang disediakan di sekolah negeri tentunya tak akan memungkinkan semua pendaftar untuk diterima. Oleh sebab itu, ia juga memiliki rencana B jika putrinya tidak diterima di sekolah negeri.

"Zahra itu sesungguhnya kalau dilihat dari hasil NEM-nya cukup baik jadi 385," jelas Atalia. "Tapi, karena ini memang hanya sedikit sekali kuotanya, kami harus bersiap-siap. Tapi, kalau memang tak berjodoh, kami sudah menyiapkan untuk sekolah swasta."

Ia menuturkan bahwa meskipun suaminya adalah orang nomor satu di Jawa Barat, namun ia tetap berpegang teguh untuk menjalankan semuanya sesuai prosedur yang ada. "Kang Emil ini sangat saklek sekali kalau urusan aturan sehingga apa pun yang dilakukan masyarakat, berlaku juga untuk kami. Itulah mengapa kami kemudian menggunakan jalur yang normal-normal seperti yang lain, kami juga mengantre," pungkas Atalia.

You can share this post!

Related Posts
Loading...