Ingatkan Soal Tingginya Potensi Bencana di Indonesia, Jokowi Soroti Pendidikan Kebencanaan
Instagram/jokowi
Nasional

Menurutnya pendidikan kebencanaan yang disampaikan secara masif kepada masyarakat di berbagai jenjang dapat meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan.

WowKeren - Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2019 di Istana Negara. Rakornas itu pun dibuka oleh Presiden Joko Widodo dengan beberapa pesan terkait dengan kerawanan bencana di Indonesia.

Salah satu yang disinggungnya adalah soal pendidikan kebencanaan di Indonesia. Menurutnya, sebagai negara yang berada dalam kawasan ring of fire atau cincin api, tingginya potensi bencana alam jelas tak bisa dihindari. Namun dengan pendidikan kebencanaan yang tepat sasaran, dampak buruk yang ditimbulkan dapat diminimalisir.

Tak hanya soal pendidikan kebencanaan, Jokowi pun menyinggung dua poin lainnya. Pesan tersebut lantas ia sebarkan melalui akun Instagram-nya, @jokowi, pada Rabu (24/7).

"Pendidikan kebencanaan harus disampaikan secara masif kepada masyarakat," tulisnya. "Di sekolah-sekolah, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi."

"Seperti kemarin yang agak ramai mengenai potensi megathrust, ya sampaikan apa adanya," imbuhnya. "Bukan meresahkan, tapi mengedukasi, memberikan pelajaran kepada masyarakat."


Selain soal pendidikan kebencanaan, Jokowi juga menyinggung dua hal lainnya. Pertama, ia meminta agar semua pihak sensitif dan antisipatif atas potensi bencana alam di Indonesia. Apalagi karena kondisi geografis Indonesia yang mendukung potensi bencana tersebut.

"Pertama, saya ingin agar semua pihak sensitif dan antisipatif terhadap bencana," katanya. "Terutama mengingat Indonesia negara yang paling rawan karena berada dalam kawasan cincin api atau ring of fire."

Kedua, ia berharap agar komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama terkait dengan kebencanaan, dapat berjalan dengan baik. Sehingga daerah-daerah yang rawan bencana sebaiknya tidak dipilih untuk mendirikan bangunan.

"Kedua, saya mengingatkan (agar) hubungan pemerintah pusat dan daerah harus terjalin dengan baik," tuturnya. "Jadi, kalau satu daerah rawan bencana, ya sampaikan dengan tegas. Jangan dibangun bandara, bendungan, perumahan."

Namun Jokowi tak lupa mengapresiasi BMKG yang dinilai telah bekerja dengan baik dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat. Terbukti dari peringatan dini tsunami usai gempa yang bisa disampaikan dalam waktu singkat.

"Saya kira ini kemajuan lompatan yang sangat baik dari BMKG," pujinya. "Kalau ada tsunami ada yang terangkan di TV. Biasanya Ibu Ketua langsung beserta jajarannya."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait