Jokowi Ketemu Bos Hyundai, Bahas Investasi Hingga Mobil Terbang
setkab.go.id
Nasional

Pertemuan tersebut digelar di Istana Merdeka hari ini, Kamis (25/7). Meski hanya berlangsung singkat selama 30 menit, pertemuan itu membahas sejumlah hal tak hanya investasi.

WowKeren - Hari ini, Kamis (25/7), Presiden Joko Widodo alias Jokowi menerima kunjungan pimpinan Hyundai Motors Group Euisun Chung beserta para jajaran direksinya di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi didampingi oleh sejumlah pejabat negara seperti Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong.

Sedangkan dari pihak Euisun Chung ditemani oleh Presiden Hyundai Motors Group Young Woon Kong, Wakil Presiden Eksekutif Hong Jae Park, Wakil Presiden Senior Youngtrack Lee. Pertemuan tersebut berlangsung selama sekitar 30 menit. Airlangga mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut adalah untuk membahas investasi yang akan dilakukan oleh Hyundai Motor. "Mereka berencana investasi. Dari Hyundai Motor," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta."

Meskipun pertemuan tersebut berlangsung singkat, namun tak hanya masalah investasi yang menjadi pembicaraan. Jokowi dan Hyundai Motors Group juga membahas mengenai teknologi yang nantinya akan dikembangkan dalam produksi pabrikan mobil asal Seoul.


Airlangga menyebutkan bahwa teknologi yang dimaksud meliputi pengembangan mobil listrik maupun kendaraan otonom. Lebih jauh, industri ini juga sedang mempertimbangkan untuk membuat mobil terbang. "Di dalamnya termasuk mobil listrik, kendaraan otonom. Industri ini bahkan sedang mempertimbangkan untuk mobil terbang," jelas Airlangga.

Meski demikian, investasi tersebut tak bisa dilakukan begitu saja. Saat ini, pihak Hyundai sedang melakukan pengkajian terhadap sejumlah hal sebelum mereka mulai menanamkan modal mereka di Indonesia. Beberapa hal yang dikaji termasuk mencari lokasi yang tepat maupun insentif yang bisa diberikan oleh pemerintah.

"Mereka masih melakukan survei terhadap beberapa kawasan," tutur Airlangga. "Juga permintaan terkait dengan insentif fiskal. Masih dalam penjajakan."

Rencana ini rupanya disambut baik oleh Jokowi. Sebab, barang-barang yang dihasilkan dari industri tersebut nantinya akan dijadikan sebagai komoditi ekspor andalan Indonesia. "Mereka menargetkan salah satu skemanya adalah untuk ekspor sekitar 40 persen," pungkas Airlangga.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait