Farhat Abbas Sebut Sayembara Rp 10 Miliar Hotman Paris Hanyalah Alibi Untuk Tutupi Kebohongan
Selebriti

Farhat Abbas memberikan tanggapan terkait sayembara Rp 10 miliar yang dibuat Hotman Paris Hutapea hanyalah sebagai alibi agar Hotman tidak terlihat bersalah dan dapat menutupi kebohongannya.

WowKeren - Baru-baru ini Farhat Abbas dikabarkan melaporkan Hotman Paris Hutapea ke kantor polisi terkait dugaan kasus pornografi atau asusila di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/8). Farhat membawa bukti berupa 390 foto screenshot dan video yang diduga mesum. Lewat surat laporan bernomor LP 4699/VIII/PMJ/Dit./Reskrimsus.

Kabar tersebut kemudian ditanggapi Hotman dengan membuat sayembara yang cukup menarik. Di mana nantinya pemenang dalam sayembara tersebut akan dihadiahi uang senialai Rp 10 miliar.

Tak hanya itu, Hotman juga menuturkan akan memberikan mobil Lamborghini secara langsung bagi mereka yang dapat menemukan bukti terkait dengan laporan Farhat. Sayembara tersebut diposting langsung oleh Hotman di akun Instagramnya.


Di sisi lain, kini bergantian Farhat memberikan tanggapan soal sayembara yang dibuat Hotman. Penyanyi sekaligus pengacara ini mengungkapkan bahwa apa yang sedang dilakukan Hotman tersebut hanyalah bentuk alibi agar dirinya terlihat tidak bersalah.

“Sayembara-sayembara yang dilakukan oleh pihak seberang itu menurut saya adalah sayembara-sayembara imajiner,” ujar Farhat saat ditemui di Jakarta, Minggu (4/8). “Handphone itu hanya sebagai alibi untuk menyatakan bahwa bukan pelakunya. Tetapi ketika kita laporkan ini banyak dari follower-follower kita atau fans-fans sana atau sini yang pro dan kontra, intinya ada orang yang menyaksikan.”

Selain itu, Farhat juga mengatakan bahwa sayembara yang dibuat oleh Hotman hanyalah sebuah bayangan agar orang-orang memujinya hebat. Terlebih lagi Farhat juga menyorot soal ungkapan Hotman bahwa ponsel yang ia gunakan untuk bermain Instagram telah hilang.

“Dan bukti-bukti yang kita kumpulkan ini, conton Hp hilang ya kita tidak tahu siapa yang menemukan,” tukas Farhat. “Saya rasa kalau hanya hilang-hilang biasa kalau misalnya ada pencurinya dapat Rp 10 miliar, pasti orang pergi kembaliin tuh Hp kan. Kemudian kalau Hp hilang, hilangnya jam berapa, kapan itu bisa dilihat, dia buat laporannya di CCTV Polsek Kuta Utara kapan, siapa yang datang melapor dicek lagi.”

(wk/lail)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait