Jokowi Kembali Singgung Neraca Dagang Tekor, Ini Jawaban Sri Mulyani
Nasional

Jokowi kembali menyinggung masalah defisit neraca dagang pada rapat kabinet. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun merespon akan mengurangi defisit melalui kebijakan-kebijakan industri, perdagangan dan investasi.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani merespon ungakapan Presiden Joko Widodo saat membuka rapat terbatas (ratas) evaluasi pelaksanaan program mandatori biodiesel (B20) di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. Ia menyebutkan akan menggenjot kinerja sektor perindustrian, perdagangan, dan investasi demi membenahi permasalahan defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

"Jadi apa yang disampaikan dan dilakukan strategi untuk mengurangi defisit itu melalui kebijakan-kebijakan industri, kebijakan perdagangan, kebijakan investasi itu yang akan kita dukung," kata Sri Mulyani di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8).


Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga mengatakan akan mendukung peningkatan pelaksanaan B20 yang akan menjadi B30 pada Januari 2020, dan meningkatkan kembali di akhir 2020 menjadi B50. "Ya kan langkah-langkah sesuai yang tadi dijelaskan Pak Menko (Darmin). Kita siap untuk mendukung saja dari industri, perdagangan, investasi itu kan kunci," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo kembali menyinggung masalah defisit neraca dagang. Pernyataan tersebut disampaikan pada saat membuka ratas mengenai evaluasi biodiesel 20 persen (B20).

Presiden Jokowi menyebutkan jika pemerintah bisa menghemat impor minyak sebesar US$ 5,5 miliar selama setahun jika menerapkan program mandatori B20 atau pencampuran ekstrak minyak kelapa sawit (fame) dengan solar. "Sehingga defisit neraca perdagangan dan defisit neraca transaksi berjalan kita akan semakin baik," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyebutkan jika Indonesia mampu memproduksi avtur dari bahan baku minyak kelapa sawit (CPO) maka impor avtur yang selama ini dilakukan dapat ditekan dan mampu untuk menekan defisit neraca perdagangan. Ia juga menekankan untuk melakukan inovasi-inovasi pemanfaatan minyak kelapa sawit di tanah air.

Jokowi juga menambahkan jika pelaksanaan program biodiesel pada Januari 2020 sudah mencapai 30% sehingga akhir tahun depan akan ditingkatkan lagi menjadi B50. "Saya juga ingin agar B20 ini nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30, dan selanjutnya pada akhir 2020 sudah meloncat lagi ke B50," pungkas Presiden Jokowi.

You can share this post!

Related Posts