Jokowi Bentuk Kementerian Investasi dan Ekspor, Bukti Nyata Keseriusan Atasi Masalah Ekonomi
Nasional
Susunan Kabinet Jokowi Maruf

Sebelumnya Jokowi pernah mengungkapkan keinginannya membentuk pos kementerian khusus untuk mengurusi masalah investasi dan ekspor, menyusul rendahnya prestasi Indonesia di 2 bidang tersebut.

WowKeren - Setelah cukup lama tak ada bocoran informasi, akhirnya Presiden Joko Widodo bersedia angkat bicara soal Kabinet Kerja Jilid II yang akan mendampinginya untuk lima tahun ke depan. Salah satu yang disampaikannya adalah soal pembentukan pos kementerian baru.

Keduanya adalah Kementerian Investasi dan Kementerian Ekspor RI. Kedua kementerian baru itu ditujukan untuk memaksimalkan kerja pemerintahan dirinya dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin, terutama dalam mengatasi permasalahan ekonomi yang akhir-akhir ini menjadi sorotan.


"Iya, ada kementerian baru, yakni Kementerian Investasi dan Kementerian Ekspor RI," kata Jokowi dalam acara diskusi dengan pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (14/8). "Ada juga kementerian yang digabung."

Dalam kesempatan itu, Jokowi pun membocorkan tentang dirinya yang sudah merampungkan penyusunan kabinet. Kendati demikian, mantan Wali Kota Solo itu masih enggan membeberkan nama-nama menterinya.

Jokowi mengaku masih menantikan waktu yang tepat untuk mengumumkannya. "Penyusunan kabinet mendatang sudah selesai, sudah rampung. Tinggal diumumkan saja," ujarnya, seperti dilansir dari Suara.

Lebih lanjut, Jokowi pun mengungkapkan harapan dan target kerja kabinetnya lima tahun ke depan. Kabinet Kerja Jilid II, jelas Jokowi, diharapkan mampu bekerja secara cepat dan mempunyai parameter keberhasilan kerja yang terukur.

Terkait dengan komposisinya, Jokowi pun memastikan pos-pos menterinya akan diisi secara proporsional oleh tokoh dari beragam kalangan. Namun Jokowi enggan merinci perwakilan golongan mana yang mendominasi kabinet kerjanya nanti.

"Semua unsur terwakili. Profesional, partai politik, agamawan, daerah, gender, semuanya," tegasnya. "Komposisinya sangat lengkap. Dijamin tak mengecewakan."

Di sisi lain, Jokowi juga kembali menyinggung soal sosok menteri muda di kabinetnya. Ia mengaku sudah memasukkan nama yang memenuhi kriterianya soal menteri muda. Tak tanggung-tanggung, Jokowi dengan berani memilih sosok menteri yang berusia di bawah 30 tahun.

"Mereka berasal dari profesional, bukan partai. Punya pengalaman manajerial yang kuat," tuturnya. "Saya mempertimbangkan kemampuan manajerialnya. Ada yang sangat percaya diri tapi lemah manajerialnya. Makanya dibutuhkan manajerial yang kuat."

Terkait dengan menteri muda ini, Jokowi enggan memberikan banyak bocoran. Ia juga tak memberi jawaban gamblang ketika ditanya apakah calon menteri mudanya berasal dari dunia start up.

You can share this post!

Related Posts
Loading...