Jokowi Siapkan Rp 4,5 Triliun untuk Renovasi 2.000 Lebih Bangunan Sekolah dan Madrasah
Nasional

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa rehabilitasi bangunan sekolah dan madrasah adalah dalam rangka mengembangkan SDM yang unggul.

WowKeren - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki 2.000 lebih bangunan sekolah yang rusak mulai dari SD, SMP, hingga SMU. Begitu juga dengan sekolah madrasah. Ada sekitar 195 madrasah (Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah) yang juga memerlukan renovasi.

Adapun proyek tersebut merupakan realisasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Presiden Joko Widodo alias Jokowi menilai bahwa lembaga sebelumnya yang diamanatkan untuk mengurus proyek tersebut belum bisa bekerja secara maksimal. Sebab, penyerapan anggaran kerap tak sesuai dengan target.


Oleh sebab itu, proyek semacam itu akhirnya diserahkan kepada Kementerian PUPR melalui Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan, Olahraga dan Pasar (Pusat PSPPOP), Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya. Kepala Pusat PSPPOP Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto mengatakan bahwa rehabilitasi sekolah dan madrasah dilakukan secara bertahap.

"Persiapan kegiatan pengembangan sarana prasarana pendidikan, olahraga, dan pasar tersebut dilakukan bukan hanya untuk kegiatan yang dilaksanakan sepanjang tahun 2019 saja," kata Iwan dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (14/8). "Tetapi juga mempersiapkan perencanaan pelaksanaan kegiatan hingga tahun 2020 nantinya."

Adapun jumlah total anggaran untuk rehabilitasi sekolah adalah sekitar Rp 4,5 triliun. Rp 3,8 triliun digunakan untuk rehabilitasi sekolah umum dan Rp 769,1 miliar untuk madrasah.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa rehabilitasi bangunan sekolah dan madrasah bertujuan untuk mendukung pemerintah dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul. "Kapasitas membelanjakan uang negara harus terus ditingkatkan agar output yang diperoleh berkualitas," kata Basuki masih dilansir dari CNBC Indonesia.

You can share this post!

Related Posts
Loading...