Dugaan Kabareskrim ini berdasarkan insiden serupa yang terjadi di Venezuela dan Amerika Serikat. Namun sejauh ini Polri menduga faktor alam lah penyebab insiden blackout terjadi.
- Elvariza Opita
- Kamis, 15 Agustus 2019 - 09:48 WIB
WowKeren - Insiden pemadaman listrik massal atau blackout yang melanda sebagian Pulau Jawa pada Minggu (4/8) lalu memang masih menunggu untuk diusut tuntas. Tercatat ada tiga pihak yang terjun langsung ke lapangan untuk mencari tahu penyebab pasti listrik tak bisa mengalir hingga ke bagian barat Pulau Jawa.
Sejauh ini hasil penyelidikan hanya menyatakan menara transmisi di Ungaran-Pemalang terkena pohon sengon sehingga aliran listriknya terganggu. Namun sepertinya Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Idham Azis punya pandangan yang berbeda. Ia justru meminta Direktorat Siber Bareskrim untuk ikut menyelidiki potensi adanya kejahatan siber di balik insiden tersebut.
"Saya bilang sama beliau dan jajaran," kata Idham dalam acara peluncuran situs patrolisiber.id di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (14/8). "Tolong diselidiki apakah ini hanya blackout biasa di Jakarta atau ada hubungannya dengan kejahatan siber."
"Tantangan dan tugas kita ke depan itu lebih besar adanya di dunia cyber ini," imbuhnya. "Teroris sudah mengarah ke cyber, penipuan, narkoba, bahkan mungkin blackout tanggal 4 kemarin."
Kecurigaannya ini beralasan, pasalnya kejadian serupa pernah terjadi di beberapa kota besar. Seperti insiden pemadaman listrik massal di Ibu Kota Venezuela, Caracas, dan di New York, Amerika Serikat. "Sangat mungkin kita di Indonesia terjadi," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Sebelumnya, Polri membentuk tim investigasi guna mendalami perkara pemadaman listrik massal tersebut. Polri mengaku sudah memeriksa sekitar 20 orang saksi, yang terdiri atas warga sekitar dan karyawan yang bertugas di pembangkit listrik.
Jajaran Polda Jawa Tengah, yang diterjunkan paling awal untuk menyelidiki kasus ini, menduga faktor alam lah yang menjadi penyebab. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut ada pohon sengon yang diduga melebihi batas ketinggian yang seharusnya.
"Kerusakan, diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW (right of way)," ungkap Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Senin (5/8). "Sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik."
Di sisi lain, PT PLN (Persero) dan Ombudsman RI pun tak tinggal diam. Diketahui keduanya menerjunkan tim independen demi mengusut tuntas insiden pemadaman massal ini.
(wk/elva)